POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATANJURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATANStunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mencatat prevalensi 18,86% pada tahun 2022. Faktor budaya seperti pantangan makanan dan pola asuh tradisional yang kurang tepat turut memperburuk kondisi gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang didukung aplikasi Android SIPENTING dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan keluarga untuk pencegahan stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen pre–post dengan kelompok kontrol. Sebanyak 80 keluarga balita berisiko stunting dipilih secara purposive. Kelompok intervensi menerima pendampingan keperawatan berbasis budaya melalui aplikasi SIPENTING selama delapan minggu, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima edukasi standar melalui leaflet. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada kelompok intervensi untuk semua variabel yang diukur. Skor pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan transkultural meningkat secara bermakna, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Proporsi stunting juga menurun dari 37,5% menjadi 23,8% setelah intervensi. Kesimpulan: Intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang dipadukan dengan aplikasi Android efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting dan praktik pengasuhan keluarga. Pendekatan ini dapat mengatasi hambatan budaya dan menjadi model berbasis bukti yang dapat diadopsi dalam upaya penanggulangan stunting di tingkat komunitas.
Intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing dengan aplikasi Android SIPENTING sangat efektif meningkatkan praktik pengasuhan, pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan stunting pada keluarga di Bengkulu.Keberhasilan ini didukung oleh relevansi teori Leininger dalam adaptasi budaya dan peran strategis aplikasi Android sebagai media edukasi interaktif yang berkelanjutan.Kombinasi pendekatan budaya dan teknologi digital ini terbukti menjadi model intervensi yang efektif untuk mengatasi stunting di komunitas dengan karakteristik sosial-budaya serupa.
Agar program pencegahan stunting semakin kuat dan berdampak luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi jangka panjang untuk memahami sejauh mana perubahan perilaku pengasuhan dan penurunan angka stunting dapat bertahan setelah intervensi berakhir, misalnya selama satu hingga dua tahun. Penelitian semacam ini dapat mengungkap faktor-faktor kunci yang mendukung keberlanjutan praktik gizi dan kebersihan yang lebih baik di keluarga, sehingga kita bisa memastikan manfaatnya tidak hanya sementara. Kedua, sangat penting untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif keluarga secara kualitatif, terutama terkait bagaimana mereka bernegosiasi atau mengubah pantangan budaya yang awalnya menghambat kesehatan anak. Dengan memahami detail proses adaptasi budaya ini, kita dapat menyempurnakan strategi intervensi yang lebih personal dan sensitif budaya, khususnya untuk melibatkan secara efektif anggota keluarga lain seperti ayah atau nenek yang mungkin memiliki pengaruh besar dalam keputusan pengasuhan. Ketiga, untuk mencapai dampak nasional, penelitian bisa fokus pada kelayakan dan efektivitas integrasi aplikasi seperti SIPENTING ke dalam sistem kesehatan yang lebih besar atau adaptasinya di berbagai wilayah dengan karakteristik budaya dan tingkat akses teknologi yang berbeda. Hal ini akan membantu mengidentifikasi tantangan teknis, logistik, dan sosial dalam skala yang lebih besar, serta merumuskan kebijakan yang mendukung implementasi program berbasis teknologi secara merata di seluruh Indonesia.
| File size | 222.51 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
ABHINAYAABHINAYA Terapi dilakukan selama 7 hari dengan mendengarkan bacaan Surah Ar-Rahman dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala kecemasan yangTerapi dilakukan selama 7 hari dengan mendengarkan bacaan Surah Ar-Rahman dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala kecemasan yang
CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND Di Pusat Kesehatan Tanjung Paku, Kota Solok, tercatat lima kasus demensia pada lansia dari Januari hingga Desember 2024, dari total 315 lansia, yang menyorotiDi Pusat Kesehatan Tanjung Paku, Kota Solok, tercatat lima kasus demensia pada lansia dari Januari hingga Desember 2024, dari total 315 lansia, yang menyoroti
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI 425 anak mengalami dampak kecemasan akibat hospitalisasi berat, 41,6% mengalami kecemasan sedang, dan 25,2% mengalami kecemasan ringan. Penyebab stres425 anak mengalami dampak kecemasan akibat hospitalisasi berat, 41,6% mengalami kecemasan sedang, dan 25,2% mengalami kecemasan ringan. Penyebab stres
EBSINAEBSINA Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif dan analitis dengan sampel 50 orang dewasa produktif yang memiliki hipertensi di wilayah RWMetode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif dan analitis dengan sampel 50 orang dewasa produktif yang memiliki hipertensi di wilayah RW
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif. Pengambilan sampel dengan total sampling. Itu jumlah sampel penelitian adalah sebanyakPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif. Pengambilan sampel dengan total sampling. Itu jumlah sampel penelitian adalah sebanyak
AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI Pasien mengatakan nyeri pada luka tersebut, nyerinya terasa nyut-nyutan, air kencing keruh dan frekuensi dalam sehari 600 cc/8 Jam. Berdasarkan pengkajianPasien mengatakan nyeri pada luka tersebut, nyerinya terasa nyut-nyutan, air kencing keruh dan frekuensi dalam sehari 600 cc/8 Jam. Berdasarkan pengkajian
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitianHasil penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitian
AKPERFATMAWATIAKPERFATMAWATI Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan dengan sampel 240 catatan medis pasien di RS Fatmawati yang meliputi kasus dugaan, kemungkinan, danMetode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan dengan sampel 240 catatan medis pasien di RS Fatmawati yang meliputi kasus dugaan, kemungkinan, dan
Useful /
LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE Program pengabdian masyarakat ini berhasil memperkenalkan platform BookWidgets kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas NiasProgram pengabdian masyarakat ini berhasil memperkenalkan platform BookWidgets kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nias
TROPICALHEALTHANDMEDICALRESEARCHTROPICALHEALTHANDMEDICALRESEARCH Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan faktor risiko pneumonia yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada anak-anak di BanjarPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan faktor risiko pneumonia yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada anak-anak di Banjar
UNIPEMUNIPEM Data diperoleh melalui kuesioner skala likert dan dianalisis menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil menunjukkan nilai korelasi berganda sebesar 0,804,Data diperoleh melalui kuesioner skala likert dan dianalisis menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil menunjukkan nilai korelasi berganda sebesar 0,804,
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolismeChronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme