STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI

JKBLJKBL

Tahun 2010 di Indonesia terdapat sebanyak 33,2% dari 1.425 anak mengalami dampak kecemasan akibat hospitalisasi berat, 41,6% mengalami kecemasan sedang, dan 25,2% mengalami kecemasan ringan. Penyebab stres yang utama pada anak-anak yang mengalami hospitalisasi adalah adanya perpisahan dengan orang tua, tidak bisa mengendalikan diri, adanya cedera pada tubuh, serta nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan storytelling dalam menurunkan kecemasan (akibat reaksi hospitalisasi) anak yang menjalani hospitalisasi di ruang anak Lukmanul Hakim RSUD Al Ihsan Baleendah. Penelitian ini menggunakan metode quasi ekperimen dengan rancangan pre dan posttest design. Populasi penelitian ini semua anak usia prasekolah (3-6) tahun yang dirawat di Rumah Sakit dan sampel sebanyak 15 responden. Hasil pada pretest didapatkan nilai rata-rata 8,53 (fase putus asa), hasil posttest didapatkan nilai rata-rata 6 (fase protes), terdapat penurunan sebanyak 0,27. Hasil uji statistik menggunakan uji-t berpasangan didapatkan nilai p-value 0,001, berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan antara skor kecemasan sebelum dan sesudah diberikan intervensi storytelling. Artinya, ada pengaruh yang signifikan antara skor kecemasan anak sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Terapi bermain berupa storytelling dapat dijadikan alternatif dalam menurunkan kecemasan akibat reaksi hospitalisasi pada anak usia pra sekolah yang dirawat.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan bahwa terdapat penurunan skor kecemasan anak usia pra sekolah pada anak usia pra sekolah yang dirawat di rumah sakit dan ada perbedaan yang sangat signifikan antara skor kecemasan pretest dan terhadap postest pada responden artinya ada pengaruh pemberian terapi storytelling terhadap penurunan kecemasan anak akibat hospitalisasi.Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan di pelayanan keperawatan dan bagi pendidikan keperawatan.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan lebih lanjut temuan ini dengan tiga arah yang menjanjikan. Pertama, mengapa tidak membandingkan efektivitas storytelling Islami dengan terapi bermain lain seperti musik atau menggambar, tetapi dengan jumlah partisipan yang jauh lebih besar untuk memastikan hasilnya lebih generalizable? Kedua, selain mengukur skor kecemasan, penting juga untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana anak-anak itu sendiri yang merasakan pengalaman mendengar cerita dan strategi koping apa yang mereka gunakan secara pribadi untuk menghadapi ketakutan mereka di rumah sakit. Pendekatan kualitatif seperti wawancara bisa sangat membantu untuk memahami dunia mereka. Ketiga, karena penelitian ini hanya menggunakan satu jenis cerita, menarik untuk diselidiki apakah tema cerita memengaruhi hasilnya, misalnya apakah cerita petualangan lebih efektif daripada cerita religius atau sebaliknya untuk menenangkan anak yang cemas. Ketiga arah penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana dan mengapa storytelling bekerja, serta membantu rumah sakit merancang intervansi yang lebih tepat sasaran dan menyenangkan bagi anak-anak.

  1. #anak usia#anak usia
  2. #metode massage effleurage#metode massage effleurage
Read online
File size568.78 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-20o
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test