TROPICALHEALTHANDMEDICALRESEARCHTROPICALHEALTHANDMEDICALRESEARCH

Tropical Health and Medical ResearchTropical Health and Medical Research

Pneumonia tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya melaporkan temuan yang tidak konsisten mengenai perbedaan jenis kelamin dalam kerentanan terhadap pneumonia, yang menunjukkan bahwa faktor risiko mungkin berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan faktor risiko pneumonia yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada anak-anak di Banjar Regency, Indonesia. Penelitian kasus-kontrol ini melibatkan 300 anak, yaitu 169 anak laki-laki (61 kasus dan 108 kontrol) dan 131 anak perempuan (45 kasus dan 86 kontrol). Kami menilai 41 indikator demografis, sosioekonomi, perilaku, terkait anak, lingkungan, dan perumahan melalui wawancara dan pengukuran langsung di rumah tangga. Analisis dilakukan secara terpisah untuk dataset laki-laki dan perempuan. Variabel kandidat dengan p<0,25 dalam regresi logistik sederhana dimasukkan ke dalam regresi logistik multivariat menggunakan metode backward stepwise untuk mengidentifikasi prediktor independen pneumonia. Pada anak laki-laki, ditemukan empat faktor risiko independen, yaitu perkembangan anak yang terhambat (OR=7,022; 95% CI: 1,680–29,345), pendapatan keluarga rendah (

Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko pneumonia berbeda antara anak laki-laki dan perempuan, yang menunjukkan pola risiko spesifik berdasarkan jenis kelamin.Pada anak laki-laki, perkembangan anak yang terhambat, pendapatan keluarga rendah, tinggal dekat dengan tepi sungai, dan usia 12–59 bulan secara independen terkait dengan pneumonia.Pada anak perempuan, pendapatan keluarga rendah, pemberian makanan bayi formula yang dominan, dan kepadatan hunian yang tidak memadai adalah faktor risiko yang signifikan.Temuan ini menunjukkan bahwa determinan biologis, sosioekonomi, dan lingkungan mungkin berinteraksi secara berbeda sesuai dengan jenis kelamin anak.Oleh karena itu, strategi pencegahan pneumonia harus mengadopsi pendekatan yang spesifik berdasarkan jenis kelamin, dengan penekanan pada perbaikan perkembangan anak, lingkungan yang lebih baik, praktik menyusui, dan kondisi perumahan di komunitas yang rentan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme biologis di balik perbedaan risiko pneumonia antara anak laki-laki dan perempuan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang spesifik berdasarkan jenis kelamin untuk mencegah pneumonia, seperti meningkatkan akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas, pendidikan kesehatan, dan intervensi lingkungan yang ditargetkan. Ketiga, penelitian longitudinal yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menyelidiki dampak jangka panjang dari faktor risiko yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada kesehatan anak. Dengan memahami perbedaan risiko pneumonia berdasarkan jenis kelamin, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan menargetkan intervensi yang spesifik untuk mengurangi beban penyakit pneumonia pada anak-anak.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s12879-018-3207-5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s12879 018 3207 5
Read online
File size283.6 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test