UNMER BAYAUNMER BAYA
Agricultural ScienceAgricultural ScienceHutan adat memegang peranan penting dalam menjaga fungsi ekologis, nilai budaya, dan mata pencaharian lokal. Namun, sebagian besar studi zonasi hutan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Proses Hierarki Analitik (AHP) lebih fokus pada parameter biopistik dan jarang memasukkan nilai sosio-kultural adat sebagai kriteria keputusan spasial. Keterbatasan ini menjadi sangat signifikan di wilayah hutan adat, di mana norma tradisional dan situs suci secara kuat memengaruhi praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor.Lock biopistik dan sosio-kultural yang memengaruhi pengelolaan hutan serta mengembangkan sistem zonasi manajemen untuk Hutan Suaka Katuwua To Lindu dengan pendekatan SIG–AHP terintegrasi. Penelitian menggunakan sembilan parameter, yaitu kemiringan, elevasi, tutupan lahan, jarak dari sungai, jenis tanah, curah hujan, jarak dari jalan, jarak dari pemukiman, dan wilayah suci. Data biopistik diperoleh dari DEMNAS, citra Landsat 8, peta RBI BIG, data curah hujan CHIR tür, dan peta tanah; data sosio-kultural dikumpulkan melalui wawancara dan pemetaan partisipatif dengan Komunitas Adat To Lindu. Semua parameter diklasifikasikan ke dalam lima kelas skor dan diberi bobot menggunakan AHP berdasarkan penilaian tiga ahli. Parameter berbobot tersebut kemudian digabungkan melalui analisis overlay spasial untuk menghasilkan indeks zonasi. Hasilnya menunjukkan kemiringan memiliki bobot tertinggi (22 %), diikuti wilayah suci (21 %), jarak dari pemukiman (11 %), jarak dari jalan (10 %), tutupan lahan (9 %), jarak dari sungai dan elevasi (8 % masing-masing), jenis tanah (6 %), dan curah hujan (5 %). Temuan ini menunjukkan bahwa nilai sosio-kultural adat memiliki tingkat penting yang setara dengan faktor biopistik dalam menentukan prioritas pengelolaan hutan. Berdasarkan indeks zonasi, hutan adat seluas 6.473 ha diklasifikasikan menjadi empat zona manajemen: Zona Inti/Protektif (1.352,40 ha; 20,89 %), Zona Buffer (2.628,25 ha; 40,60 %), Zona Utilisasi Terbatas (640,91 ha; 9,90 %), dan Zona Utilisasi Intensif (1.851,44 ha; 28,60 %). Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi wilayah suci sebagai kriteria spasial sosio-kultural dalam kerangka SIG–AHP untuk zonasi hutan adat. Peta zonasi yang dihasilkan menjadi alat pendukung keputusan praktis bagi lembaga adat, pemerintah lokal, dan pihak terkait lainnya dalam mempromosikan pengelolaanャン hutan adat yang berkelanjutan dan perencanaan spasial.
Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor biopistik dan sosio-kultural memiliki peranan penting dalam penentuan zonasi manajemen Suaka Katuwua To Lindu Customary Forest.Dari sembilan parameter yang dievaluasi, kemiringan (22%) dan wilayah suci (21%) menjadi yang paling berpengaruh, menandakan nilai ekologis dan nilai budaya sekuler setara.Model zonasi yang dihasilkan membagi hutan menjadi empat zona (Inti/Protektif, Buffer, Utilisasi Terbatas, dan Intensif), menjadi dasar untuk keseimbangan konservasi, pelestarian budaya, dan pemanfaatan sumber daya, serta dapat digunakan sebagai alat pendukung keputusan bagi lembaga adat dan pemerintah.
Debugging zonasi perlu ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel kontekstual tambahan seperti sektor ekonomi masyarakat, tingkat partisipasi kelembagaan, dan layanan ekosistem guna menyesuaikan zonasi dengan dinamika sosial dan lingkungan. Penelitian selanjutnya dapat menciptakan model zonasi dinamis yang mengintegrasikan data iklim regional dan proyek perubahan tata guna lahan, sehingga dapat mengantisipasi pergeseran fungsi hutan akibat perubahan iklim. Implementasi pemantauan berbasis satelit dan ഷ drone juga disarankan untuk validasi lapangan secara rutin, memperkuat data spasial mengenai batas wilayah suci dan perubahan tutupan lahan, sekaligus meningkatkan partisipasi komunitas adat dalam proses evaluasi.
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s13201-022-01772-7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s13201 022 01772 7
- Landscape Dynamics and Environmental Fragility Zoning in Hinh River Basin: Insights for protecting natural... oneecosystem.pensoft.net/article/134088Landscape Dynamics and Environmental Fragility Zoning in Hinh River Basin Insights for protecting natural oneecosystem pensoft article 134088
| File size | 1.21 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN CURUPIAIN CURUP Dakwah sebagai pilar Islam dalam menyampaikan wahyu Allah harus diartikan secara luas, materi dakwah tidak hanya terkait hal-hal pokok (tauhid) tetapiDakwah sebagai pilar Islam dalam menyampaikan wahyu Allah harus diartikan secara luas, materi dakwah tidak hanya terkait hal-hal pokok (tauhid) tetapi
USUUSU Sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara optimal, efisien, transparan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan agar bisa dieksplorasi untuk generasiSehingga pengelolaannya harus dilakukan secara optimal, efisien, transparan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan agar bisa dieksplorasi untuk generasi
UPIUPI Motif konversi fungsi hutan meliputi perluasan kebun kelapa sawit dan karet, pembukaan lahan untuk menandai hak milik, serta penebangan liar. KonversiMotif konversi fungsi hutan meliputi perluasan kebun kelapa sawit dan karet, pembukaan lahan untuk menandai hak milik, serta penebangan liar. Konversi
STTSAPPISTTSAPPI Dengan langkah-langkah ini, gereja tidak hanya menjalankan panggilan pelayanannya, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap bumi sebagai bagian dariDengan langkah-langkah ini, gereja tidak hanya menjalankan panggilan pelayanannya, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap bumi sebagai bagian dari
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Pemanfaatan hasil hutan non-kayu (Non-Timber Forest Products/NTFPs) masih belum optimal, meskipun memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutanPemanfaatan hasil hutan non-kayu (Non-Timber Forest Products/NTFPs) masih belum optimal, meskipun memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan
PKN STANPKN STAN Untuk mendukung kegiatan pembuatan kompos, dibangun juga satu buah rumah kompos yang difungsikan sebagai tempat proses pembuatan dan penyimpanan kompos.Untuk mendukung kegiatan pembuatan kompos, dibangun juga satu buah rumah kompos yang difungsikan sebagai tempat proses pembuatan dan penyimpanan kompos.
APTKLHIAPTKLHI Sebelum tahun 2014, Portugal telah membuat kemajuan yang baik menuju pencapaian target pengurangan PNAC 2020 untuk mengurangi emisi sebesar 18-23% di bawahSebelum tahun 2014, Portugal telah membuat kemajuan yang baik menuju pencapaian target pengurangan PNAC 2020 untuk mengurangi emisi sebesar 18-23% di bawah
UNIMALUNIMAL Solusi yang ditawarkan dari program ini adalah penyusunan Qanun Gampong (Peraturan Desa) tentang tata cara pengelolaan dan perambahan hutan dengan mengutamakanSolusi yang ditawarkan dari program ini adalah penyusunan Qanun Gampong (Peraturan Desa) tentang tata cara pengelolaan dan perambahan hutan dengan mengutamakan
Useful /
LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE Meskipun program ini berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi, sosial, dan psikologis penerima manfaat lansia di daerah rentan iklim diMeskipun program ini berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi, sosial, dan psikologis penerima manfaat lansia di daerah rentan iklim di
LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE Ketika dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan promosi digital yang memadai, pengunjung menghasilkan konten user-generated yang autentik dan lebihKetika dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan promosi digital yang memadai, pengunjung menghasilkan konten user-generated yang autentik dan lebih
UPIUPI Data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA dikumpulkan melalui tes berpikir kritis dan tes hasil belajar IPA. Data dianalisis menggunakan uji-tData kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA dikumpulkan melalui tes berpikir kritis dan tes hasil belajar IPA. Data dianalisis menggunakan uji-t
UNHASUNHAS Kontrol dan kepemilikan tanah memunculkan norma hukum yang mencakup kewenangan, hak, kewajiban, serta kekuasaan. Secara yuridis, sistem ini bertujuan melindungiKontrol dan kepemilikan tanah memunculkan norma hukum yang mencakup kewenangan, hak, kewajiban, serta kekuasaan. Secara yuridis, sistem ini bertujuan melindungi