STTSAPPISTTSAPPI

http://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/indexhttp://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/index

Allah sebagai Pencipta telah menciptakan alam dan isinya dengan baik. Hutan, sebagai bagian dari ciptaan, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan sumber pangan. Namun, hutan di Indonesia mengalami krisis akibat perambaan yang terus meningkat. Gereja, sebagai komunitas orang percaya, dipanggil untuk menjalankan mandat budaya dengan menjaga kelestarian ciptaan. Tulisan ini menekankan pentingnya peran gereja dalam menolak praktik perambaan hutan dan mengambil langkah konkret dalam pelestarian lingkungan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan gereja antara lain: menyampaikan khotbah kontekstual yang menyinggung isu lingkungan, mendorong pengelolaan tanah secara holistik oleh jemaat, serta memberikan edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah ini, gereja tidak hanya menjalankan panggilan pelayanannya, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap bumi sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah.

Perambaan hutan di Indonesia merupakan masalah serius yang berdampak pada keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.Gereja memiliki peran penting dalam merespons krisis ini dengan memahami mandat budaya sebagai panggilan untuk mengelola dan memelihara ciptaan Allah.Melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan tindakan nyata, gereja dapat berkontribusi pada pelestarian hutan dan mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai dampak sosial-ekonomi perambaan hutan terhadap masyarakat lokal, khususnya terkait dengan mata pencaharian dan akses terhadap sumber daya alam. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model-model ekoteologi yang kontekstual dan relevan dengan budaya Indonesia, sehingga gereja dapat berperan lebih efektif dalam pelestarian lingkungan. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai pendekatan pastoral dan program pendidikan lingkungan yang dilakukan oleh gereja dalam mengubah perilaku masyarakat terkait dengan perambaan hutan. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada gereja-gereja yang aktif dalam isu lingkungan, serta metode kuantitatif untuk mengukur dampak program-program tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mengatasi krisis perambaan hutan dan mewujudkan kelestarian lingkungan di Indonesia.

  1. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan. study genesis cultural mandate relationship... doi.org/10.51730/ed.v8i1.162Excelsis Deo Jurnal Teologi Misiologi dan Pendidikan study genesis cultural mandate relationship doi 10 51730 ed v8i1 162
Read online
File size334.19 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test