STIM YKPNSTIM YKPN

Telaah BisnisTelaah Bisnis

Konsumen semakin enggan terlibat dalam praktik greenwashing yang meluas pada produk minyak sawit. Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ada sebagai standar internasional yang bertujuan mendorong konsumsi konsumen menuju minyak sawit yang lebih berkelanjutan. Studi ini menggunakan kerangka Cognitive-Affective-Behavioral (CAB) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian hijau untuk produk makanan berlabel RSPO di Indonesia. Dimensi kognitif diwakili oleh citra merek hijau dan loyalitas merek hijau, sedangkan dimensi afektif diwakili oleh cinta merek hijau. Ini adalah studi kuantitatif yang menggunakan metode survei. Sebanyak 303 responden dikumpulkan melalui teknik sampling purposive dengan kriteria mengetahui sertifikasi RSPO dan label serta telah membeli produk makanan berlabel RSPO dalam tiga bulan terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil menunjukkan bahwa citra merek hijau dan loyalitas merek hijau memiliki efek positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian hijau, sedangkan cinta merek hijau tidak memiliki efek signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa munculnya emosi terhadap sebuah merek tidak secara otomatis mendorong konsumen untuk membeli produk ramah lingkungan. Penelitian masa depan dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam atau diskusi kelompok fokus untuk memahami alasan di balik fenomena ini. Studi ini juga merekomendasikan variabel lain seperti pengetahuan konsumen tentang keberlanjutan atau persepsi risiko terhadap produk berkelanjutan.

Studi ini menunjukkan bahwa citra merek hijau dan loyalitas merek hijau untuk produk makanan yang diberi label Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) memiliki pengaruh positif terhadap perilaku pembelian hijau.Sertifikasi dan label keberlanjutan dapat mengurangi asimetri informasi dan mempengaruhi keyakinan konsumen hijau secara positif.Label RSPO meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong mereka untuk membeli produk makanan yang dikategorikan sebagai hijau.Konsumen yang berkomitmen pada merek ramah lingkungan juga meningkatkan loyalitas mereka terhadap produk hijau dan memperkuat perilaku pembelian hijau.Namun, cinta merek hijau tidak memiliki pengaruh pada perilaku pembelian hijau.Hal ini mungkin karena perilaku pembelian hijau responden dalam studi ini tidak disebabkan oleh ikatan emosional terhadap merek berlabel RSPO, tetapi hanya berdasarkan citra dan loyalitas terhadap produk ramah lingkungan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam atau diskusi kelompok fokus untuk memahami alasan di balik fenomena ini. Selain itu, analisis dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana strategi komunikasi produsen dan retailer mempengaruhi visibilitas label RSPO dan dampaknya pada perilaku pembelian. Hal ini penting karena studi ini menunjukkan bahwa banyak produsen tidak menampilkan label RSPO meskipun produk mereka bersertifikat. Akhirnya, penelitian masa depan dapat memperluas populasi dan sampel di luar produk makanan berlabel RSPO, misalnya, ke produk lain yang menggunakan bahan baku berkelanjutan (misalnya, kosmetik atau produk pembersih). Selain itu, variabel lain seperti pengetahuan konsumen tentang keberlanjutan atau persepsi risiko terhadap produk berkelanjutan dapat ditambahkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.

  1. The Influence of Excessive Product Packaging on Green Brand Attachment: The Mediation Roles of Green... mdpi.com/2071-1050/9/4/654The Influence of Excessive Product Packaging on Green Brand Attachment The Mediation Roles of Green mdpi 2071 1050 9 4 654
Read online
File size447.83 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test