UNIMALUNIMAL
Jurnal Malikussaleh MengabdiJurnal Malikussaleh MengabdiArtikel ini didasarkan pada Program Pendampingan Penyusunan Qanun Gampong tentang Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal di Gampong Alue Leukot Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara. Tujuan program ini adalah dapat meminimalisir potensi masalah dan sengketa yang dihadapi masyarakat setempat dengan pengusaha ataupun pendatang yang akan melakukan perambahan hutan di wilayah tersebut. Solusi yang ditawarkan dari program ini adalah penyusunan Qanun Gampong (Peraturan Desa) tentang tata cara pengelolaan dan perambahan hutan dengan mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal. Bentuk kegiatan berupa sosialisasi tentang pentingnya pengaturan tata cara pengelolaan hutan dan identifikasi awal poin-poin penting yang harus diatur dalam sebuah Qanun Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal. Adapun metode pendampingan dilakukan oleh Tim Pelaksana Program Pendampingan secara berkesinambungan, dari awal identifikasi masalah pengelolaan hutan sampai dihasilkan sebuah rancangan Qanun Gampong tentang Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal di Gampong Alue Leukot.
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan penyusunan Qanun Gampung tentang Pengelolaan Hutan berbasis Kearifan Lokal dan penyuluhan hukum telah diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun.Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti pendampingan dan penyuluhan hukum dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu penutupan berakhir.Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut.(1) Pelaksanaan kegiatan pengabdian perlu terus menerus dilakukan agar segala bentuk informasi hukum tersampaikan kepada masyarakat.Oleh karena itu biaya pengabdian kepada masyarakat diusulkan setiap tahun.(2) Pelaksanaan kegiatan ini perlu memilih lokasi-lokasi yang masih jarang tersentuh dengan informasi hukum yang benar.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal dengan pendekatan hukum formal. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kedua pendekatan tersebut dapat saling melengkapi dan memperkuat dalam menjaga kelestarian hutan. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari penerapan Qanun Gampong tentang Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal. Studi ini dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana kearifan lokal dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan tantangan lembaga adat dalam penerapan Qanun Gampong tentang Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal. Studi ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana lembaga adat dapat menjadi mitra strategis dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
| File size | 219.03 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UPIUPI Penelitian ini menganalisis fenomena pergeseran fungsi hutan (pluralisme hukum) dan konversi fungsi hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP)Penelitian ini menganalisis fenomena pergeseran fungsi hutan (pluralisme hukum) dan konversi fungsi hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP)
APTKLHIAPTKLHI Perhutanan Sosial memberikan kontribusi rata-rata 28,5 % terhadap total pendapatan anggota KTH Bhakti Alam Lestari, sehingga persentase anggota miskinPerhutanan Sosial memberikan kontribusi rata-rata 28,5 % terhadap total pendapatan anggota KTH Bhakti Alam Lestari, sehingga persentase anggota miskin
APTKLHIAPTKLHI Implikasi kebijakannya, aspek ekologi dianggap penting dan strategis. Oleh karena itu, struktur dan komposisi hutan masyarakat perlu dijaga nilai dan produktivitasnya.Implikasi kebijakannya, aspek ekologi dianggap penting dan strategis. Oleh karena itu, struktur dan komposisi hutan masyarakat perlu dijaga nilai dan produktivitasnya.
UNILAUNILA Meskipun banyak studi telah mengkaji pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Indonesia, penelitian yang berfokus pada kebijakan kemitraan spesifikMeskipun banyak studi telah mengkaji pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Indonesia, penelitian yang berfokus pada kebijakan kemitraan spesifik
UNILAUNILA Hal ini terjadi karena perbedaan kapasitas masing-masing individu. Kegiatan konservasi mangrove dilakukan berdasarkan pengalaman masyarakat untuk menyelamatkanHal ini terjadi karena perbedaan kapasitas masing-masing individu. Kegiatan konservasi mangrove dilakukan berdasarkan pengalaman masyarakat untuk menyelamatkan
UNILAUNILA Penelitian ini dilakukan dengan metode jalur berpetak. Jalur dan petak awal ditentukan secara acak kemudian jalur dan petak diambil secara sistematis.Penelitian ini dilakukan dengan metode jalur berpetak. Jalur dan petak awal ditentukan secara acak kemudian jalur dan petak diambil secara sistematis.
UNILAUNILA Penelitian ini dilakukan di hutan mangrove dan hutan rakyat di Kabupaten Lampung Timur serta hutan lindung dan hutan konservasi di Kabupaten TanggamusPenelitian ini dilakukan di hutan mangrove dan hutan rakyat di Kabupaten Lampung Timur serta hutan lindung dan hutan konservasi di Kabupaten Tanggamus
UNILAUNILA Jurnal Sylva Lestari menerbitkan artikel penelitian asli yang berkaitan dengan pengelolaan hutan dan sumber daya alam, konservasi dan pengelolaan keanekaragamanJurnal Sylva Lestari menerbitkan artikel penelitian asli yang berkaitan dengan pengelolaan hutan dan sumber daya alam, konservasi dan pengelolaan keanekaragaman
Useful /
ITBITB Hasil juga menunjukkan bahwa nilai Sh terkecil (2,575, 3,897) terjadi pada 30 °C pada dua laju pengadukan (200 dan 400 rpm). Penelitian ini menunjukkanHasil juga menunjukkan bahwa nilai Sh terkecil (2,575, 3,897) terjadi pada 30 °C pada dua laju pengadukan (200 dan 400 rpm). Penelitian ini menunjukkan
UPI YAIUPI YAI Selain itu empat gaya kepemimpinan tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku inovatif. Gaya kepemimpinan otentik berkontribusi 1,4%,Selain itu empat gaya kepemimpinan tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku inovatif. Gaya kepemimpinan otentik berkontribusi 1,4%,
ITBITB Variabilitas ini diteliti untuk tanah dekat permukaan, dengan nilai s/μ berkisar antara 0,15 hingga 0,25. Perkembangan nilai s/μ menunjukkan kecenderunganVariabilitas ini diteliti untuk tanah dekat permukaan, dengan nilai s/μ berkisar antara 0,15 hingga 0,25. Perkembangan nilai s/μ menunjukkan kecenderungan
UNILAUNILA Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian IUPHKm dengan perubahan pola budidaya. Ada pengaruh negatif pola budidayaHasil yang diperoleh menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian IUPHKm dengan perubahan pola budidaya. Ada pengaruh negatif pola budidaya