LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE

Indonesian Journal of Community ServicesIndonesian Journal of Community Services

Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, merupakan salah satu sentra produksi jagung di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Namun, sisa panen jagung, seperti batang, daun, dan kulit, masih belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan biji jagung kering umumnya dijual tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang relatif rendah bagi petani. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan diri petani jagung melalui penerapan dua teknologi tepat guna: produksi silase dari sisa panen jagung sebagai pakan ternak dan pengolahan biji jagung menjadi tepung jagung sebagai produk bernilai tambah. Program ini dilaksanakan melalui empat tahap: survei awal dan sosialisasi, pelatihan teoritis dan praktis tentang produksi silase dan tepung jagung, bimbingan teknis selama satu bulan, serta evaluasi program menggunakan pre-test dan post-test. Program ini melibatkan anggota kelompok petani jagung di Desa Laju. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis yang signifikan pada peserta, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 89,6% setelah pelatihan. Peserta berhasil memproduksi silase berkualitas tinggi (pH 4,2) dan tepung jagung dengan hasil 82,5%, yang menunjukkan kelayakan kedua teknologi ini pada tingkat masyarakat. Integrasi kedua teknologi ini meningkatkan nilai ekonomi baik sisa panen jagung maupun biji jagung, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan ternak konvensional dan penjualan jagung mentah. Secara keseluruhan, pendekatan teknologi ganda ini terbukti sebagai model pemberdayaan masyarakat yang efektif berdasarkan sumber daya pertanian lokal, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan mempromosikan pengembangan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.

Program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis petani jagung di Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, dalam menerapkan dua teknologi tepat guna.produksi silase dari sisa panen jagung untuk pakan ternak dan pengolahan biji jagung menjadi tepung jagung sebagai produk bernilai tambah.Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 89,6% setelah pelatihan.Peserta mampu memproduksi silase berkualitas tinggi (pH 4,2) dan tepung jagung dengan hasil 82,5%, yang menunjukkan potensi ekonomi dari kedua produk tersebut.Integrasi teknologi ini menawarkan peluang pendapatan tambahan bagi petani, memperkuat keamanan pakan ternak selama musim kemarau, dan mempromosikan kemandirian ekonomi berkelanjutan bagi rumah tangga petani jagung di Desa Laju.

Untuk meningkatkan dampak program ini, disarankan untuk membentuk unit bisnis berbasis kelompok tani yang dapat mempertahankan dan memperluas teknologi yang diperkenalkan. Selain itu, bantuan teknis berkelanjutan dari lembaga pertanian lokal dan pemangku kepentingan terkait sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan replikasi program di kelompok tani lainnya di Kecamatan Langgudu. Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak ekonomi dan sosial dari integrasi teknologi ini dalam jangka panjang, serta mengeksplorasi potensi pasar dan strategi pemasaran produk olahan jagung.

Read online
File size813.36 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test