UNBINUNBIN

Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)

Penciptaan kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya penyandang disabilitas, merupakan tujuan pemerintah. Salah satu caranya adalah melalui bantuan modal usaha. Proses penentuan penerima bantuan di Sentra Terpadu Inten Soeweno sebelumnya dilakukan secara manual, yang memakan waktu dan rentan kesalahan. Penelitian ini mengusulkan sistem pendukung keputusan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil perhitungan SAW memberikan rekomendasi penerima berdasarkan peringkat, dan pengujian black box menunjukkan sistem berjalan sesuai fungsi, memastikan penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Aplikasi ini memberikan solusi optimal dalam menentukan penerima bantuan modal usaha bagi penyandang disabilitas fisik, membantu pengambilan keputusan, menghasilkan laporan, dan dikategorikan Layak dengan skor kelayakan 100% berdasarkan pengujian ahli. Pengujian pengguna memberikan rating 84.2% (Sangat Layak), dan koefisien korelasi Spearman sebesar 0.85 (Sangat Tinggi).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode SAW sebagai penunjang rekomendasi penentuan prioritas penerima bantuan modal usaha terbukti efektif, dengan tingkat kelayakan 84.Pengembangan prototype sistem SAW berhasil dilakukan dengan skor kelayakan 100% berdasarkan pengujian ahli.Pengukuran ketepatan dan keefektifan metode SAW menunjukkan korelasi sangat kuat (0.85) antara hasil sebelum dan sesudah penerapan metode.Dengan demikian, perankingan yang dihasilkan akurat dan proses penentuan penerima bantuan modal usaha bagi penyandang disabilitas fisik menjadi lebih efektif.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengintegrasikan faktor-faktor sosial dan lingkungan yang lebih kompleks dalam model SAW, seperti tingkat dukungan keluarga, aksesibilitas infrastruktur, dan potensi pasar lokal, untuk memberikan rekomendasi yang lebih holistik dan sesuai dengan kebutuhan individu penyandang disabilitas. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan metode pengambilan keputusan lainnya, seperti Analytical Hierarchy Process (AHP) atau Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), untuk mengidentifikasi metode yang paling optimal dalam konteks penentuan penerima bantuan modal usaha bagi penyandang disabilitas. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan antarmuka pengguna (user interface) yang lebih inklusif dan mudah digunakan oleh penyandang disabilitas, termasuk fitur-fitur seperti pembaca layar, navigasi suara, dan opsi penyesuaian tampilan, untuk memastikan partisipasi yang setara dalam proses pengambilan keputusan.

Read online
File size483.91 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test