PELITABANGSAPELITABANGSA

Pelita TeknologiPelita Teknologi

Human health encompasses physical and mental well-being, where individuals can perform daily activities. However, with the rising cost of living, many face economic and personal challenges. In Indonesia, approximately 17% of the population, or 42.5 million people, experience mental health issues. This includes patients at Yayasan Al-Fajar Berseri, where new patients continually outnumber those who recover. The rehabilitation center faces several issues, such as poor spatial circulation, small drainage systems prone to flooding, deteriorating inpatient facilities, lack of supporting amenities for healing, and disorganized parking areas. The project aims to redesign and replan the rehabilitation center by constructing humane housing to accommodate new patients and building essential facilities. The design approach integrates ecological principles, focusing on biological architecture that considers the psychological and architectural needs of the inhabitants. The center will feature green spaces, including vegetable and fruit gardens for food supply, fish ponds for aquaculture, livestock pens, and a craft workshop for productive activities. The layout will incorporate an arc-shaped building design inspired by traditional Tagog Anjing houses, creating a holistic environment that supports the patients well-being. This design concept aims to provide a therapeutic and supportive environment for mental health recovery.

Penelitian ini bertujuan meredesain Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa Yayasan Al-Fajar Berseri dengan pendekatan konsep ekologi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas, sistem drainase yang buruk, ruang terbuka hijau yang tidak terawat, dan fasilitas yang kurang mendukung penyembuhan.Redesain berfokus pada penambahan ruang rawat inap, perbaikan sirkulasi ruang, dan drainase, serta pemanfaatan ruang terbuka hijau untuk mendukung kebutuhan pangan pasien dan menciptakan lingkungan terapeutik.Pendekatan arsitektur biologis diharapkan meningkatkan kenyamanan, kualitas fasilitas, dan mendukung proses rehabilitasi pasien.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas desain berbasis ekologi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien secara kuantitatif, misalnya melalui pengukuran tingkat stres dan kecemasan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan hasil rehabilitasi pasien di panti yang menerapkan desain ekologi dengan panti yang menggunakan desain konvensional. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material bangunan lokal yang ramah lingkungan dan terjangkau untuk diterapkan dalam pembangunan fasilitas kesehatan mental, sehingga dapat mengurangi biaya konstruksi dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan desain fasilitas kesehatan mental yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia.

Read online
File size542.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test