USMUSM

Jurnal TransformatikaJurnal Transformatika

Penelitian ini membandingkan metode Interquartile Range (IQR) dan Isolation Forest dalam mendeteksi outlier pada data klaim asuransi di PT Askrindo Cabang Semarang. Data yang dianalisis mencakup nilai klaim dan lama penyelesaiannya. Hasil analisis univariat dengan pendekatan IQR menunjukkan adanya 9 klaim yang menyimpang dari pola umum, yang terdiri atas 5 penyimpangan pada nilai klaim, 3 pada durasi penyelesaian, serta 1 klaim yang menyimpang pada kedua aspek tersebut. Sementara itu, Isolation Forest dengan pendekatan multivariat dan tingkat contamination sebesar 0,05 mendeteksi 6 klaim anomali yang menunjukkan durasi penyelesaian sangat panjang dan kombinasi lazim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQR efektif untuk mengidentifikasi nilai ekstrem secara cepat, sedangkan Isolation Forest lebih mampu menangkap anomali kompleks antarvariabel. Studi ini memberikan perbandingan empiris berbasis data riil industri asuransi yang menegaskan perbedaan karakteristik sehingga memperjelas dasar metodologis dalam pemilihan metode deteksi outlier sesuai tujuan analisis dan karakteristik data klaim.

Hasil analisis menunjukkan bahwa IQR dan Isolation Forest sama-sama dapat mengenali outlier, namun melalui pendekatan yang tidak sama.IQR lebih efektif untuk menandai nilai ekstrem secara cepat, sementara Isolation Forest lebih sensitif dalam mengenali anomali yang muncul dari kombinasi nilai klaim dan durasi penyelesaian.Oleh karena itu, kedua metode ini lebih optimal digunakan secara berurutan, dengan IQR sebagai tahap awal dan Isolation Forest untuk analisis lanjutan.Kontribusi utama penelitian ini adalah penyajian perbandingan empiris berbasis data riil industri asuransi yang memberikan dasar metodologis yang jelas dalam pemilihan metode deteksi outlier sesuai tujuan analisis.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan pengembangan model deteksi outlier yang mampu mengintegrasikan berbagai metode statistik dan machine learning, seperti kombinasi IQR dengan algoritma clustering untuk mengidentifikasi pola anomali yang lebih kompleks. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode untuk secara otomatis menentukan parameter optimal, seperti tingkat contamination pada Isolation Forest, berdasarkan karakteristik data klaim. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penggunaan teknik deep learning, seperti autoencoder, untuk mendeteksi anomali pada data klaim yang memiliki dimensi tinggi dan pola yang tidak linier. Dengan menggabungkan pendekatan-pendekatan ini, diharapkan dapat dihasilkan model deteksi outlier yang lebih akurat, adaptif, dan mampu memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi perusahaan asuransi dalam mengelola risiko dan meningkatkan efisiensi operasional.

  1. Choice Reviews | Login. choice reviews status doi.org/10.5860/choice.52-0606Choice Reviews Login choice reviews status doi 10 5860 choice 52 0606
  2. Evaluating the Isolation Forest Method for Anomaly Detection in Software-Defined Networking Security... journal.esrgroups.org/jes/article/view/639Evaluating the Isolation Forest Method for Anomaly Detection in Software Defined Networking Security journal esrgroups jes article view 639
Read online
File size535.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test