UMSUMS

Indigenous: Jurnal Ilmiah PsikologiIndigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi

Penelitian tentang keterlibatan ayah secara konsisten menunjukkan signifikansinya bagi perkembangan psikologis remaja. Meskipun demikian, sebagian besar bukti empiris berasal dari konteks Barat, patriarkal, atau keluarga inti. Akibatnya, pemahaman tentang bagaimana peran ayah dipersepsikan dan diinterpretasikan dalam sistem kekerabatan matrilineal, di mana posisi struktural ayah sering dianggap periferal, masih terbatas. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian kualitatif ini mengkaji bagaimana remaja Minangkabau menafsirkan peran dan keterlibatan ayah mereka, serta bagaimana pengalaman ini berhubungan dengan perkembangan psikologis mereka. Melalui analisis tematik interpretatif, tanggapan kuesioner terbuka diperoleh dari remaja Minangkabau yang tinggal di Sumatera Barat. Analisis ini mengungkap tema-tema yang berulang dalam narasi remaja mengenai keterlibatan ayah dalam kegiatan sehari-hari, dukungan emosional saat stres, dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Temuan menunjukkan bahwa remaja sebagian besar memandang keterlibatan ayah sebagai pengalaman relasional berbasis makna daripada fungsi otoritas struktural. Ayah digambarkan sebagai penyedia bimbingan moral, ketersediaan emosional, bantuan praktis, dan keterlibatan dialogis dalam pengambilan keputusan, yang dihubungkan remaja dengan peningkatan regulasi diri, kepercayaan diri, keterhubungan sekolah, dan kompetensi sosial. Sebaliknya, kehadiran ayah yang terbatas dan ketidaktersediaan emosional dipersepsikan melemahkan peran protektif keluarga dalam kesejahteraan psikologis remaja. Pentingnya, temuan ini menyiratkan bahwa dalam konteks matrilineal Minangkabau, peran ayah tidaklah berlebihan atau digantikan oleh kerabat maternal. Sebaliknya, keterlibatan ayah dinegosiasikan dalam keluarga sebagai bentuk pengasuhan yang tertanam secara budaya, mendukung kebutuhan, dan melengkapi struktur matrilineal. Studi ini memajukan wacana keilmuan dengan menunjukkan bahwa peran ayah tetap relevan secara psikologis dalam masyarakat matrilineal dan dengan menjelaskan mekanisme relasional di mana keterlibatan ayah mendukung perkembangan remaja di berbagai latar budaya.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa remaja Minangkabau memandang peran ayah bukan sebagai pengambil keputusan utama, melainkan sebagai figur relasional berpengaruh yang menyediakan persahabatan moral, kepercayaan bersyarat, dan batasan berbasis kepedulian dalam dinamika keluarga.Dalam sistem matrilineal, meskipun otoritas struktural berpusat pada ibu dan kerabat maternal, ayah tetap menjadi titik referensi moral dan relasional penting yang memengaruhi penalaran evaluatif remaja melalui kehadiran simbolis, kebijaksanaan, dan otorisasi relasional.Studi ini menyimpulkan bahwa keterlibatan ayah dalam masyarakat matrilineal Minangkabau adalah proses yang tertanam secara budaya dan berbasis makna, melengkapi struktur matrilineal dan tidak tergantikan oleh peran kerabat lainnya.

Penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperkaya pemahaman mengenai peran ayah dalam masyarakat Minangkabau harus mempertimbangkan beberapa arah baru. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi multi-informan yang tidak hanya melibatkan perspektif remaja, tetapi juga pandangan dari ayah dan ibu secara langsung. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih holistik tentang dinamika keterlibatan ayah, misalnya bagaimana orang tua dan anak menafsirkan dukungan emosional atau partisipasi dalam pengambilan keputusan yang mungkin berbeda namun saling melengkapi. Kedua, mengingat perubahan sosial dan ekonomi yang terus berlangsung, penelitian bisa mengeksplorasi bagaimana pola keterlibatan ayah berevolusi dalam berbagai struktur keluarga Minangkabau, terutama pada keluarga dengan ayah yang tidak serumah atau mereka yang merantau. Memahami bagaimana remaja dalam kondisi ini memahami dan merasakan kehadiran atau ketiadaan ayah mereka, serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis, akan menjadi kontribusi berharga. Ketiga, mengingat posisi unik masyarakat matrilineal Minangkabau yang menempatkan mamak (paman dari pihak ibu) sebagai figur penting dalam bimbingan adat dan keluarga, penelitian di masa depan dapat menyelidiki interaksi kompleks antara peran ayah biologis dan mamak. Menelaah bagaimana kedua figur ini saling mendukung atau mungkin menimbulkan ambiguitas dalam memberikan bimbingan moral dan emosional kepada remaja akan memperdalam analisis peran ayah dalam konteks budaya yang khas ini. Dengan demikian, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana peran ayah dinegosiasikan dan dihayati dalam ekologi keluarga Minangkabau yang dinamis.

  1. Practitioner Review: Engaging fathers – recommendations for a game change in parenting interventions... acamh.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jcpp.12280Practitioner Review Engaging fathers yAAAe recommendations for a game change in parenting interventions acamh onlinelibrary wiley doi 10 1111 jcpp 12280
  2. Developmental psychiatry comes of age | American Journal of Psychiatry. psychiatry comes age american... doi.org/10.1176/ajp.145.1.1Developmental psychiatry comes of age American Journal of Psychiatry psychiatry comes age american doi 10 1176 ajp 145 1 1
Read online
File size351.51 KB
Pages33
DMCAReport

Related /

ads-block-test