UMSUMS
Indigenous: Jurnal Ilmiah PsikologiIndigenous: Jurnal Ilmiah PsikologiMigrasi domestik di Indonesia, khususnya dari daerah di luar Jawa ke pusat-pusat perkotaan di pulau tersebut, telah menyebabkan interaksi antar-etnis yang kompleks di mana kedekatan emosional tidak selalu berkembang meskipun kontak sosial meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana intimasi dialami dan dinegosiasikan dalam persahabatan antar-etnis antara migran dari luar Jawa dan tuan rumah Jawa asli, serta memeriksa bagaimana tuan rumah memandang dan merespons dinamika relasional ini dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sepuluh peserta, terdiri dari lima migran dari luar Jawa dan lima tuan rumah Jawa asli. Untuk meningkatkan ketelitian analisis, verifikasi silang dialogis digunakan sebagai strategi interpretatif untuk menyempurnakan tema dan memastikan kohesi di antara akun peserta. Temuan mengungkapkan bahwa persahabatan antar-etnis dibentuk oleh ketegangan antara kenyamanan kelompok dalam dan ketidaknyamanan kelompok luar, serta antara stabilitas sosial dan tuntutan adaptasi budaya. Sementara tuan rumah sering kali menunjukkan keramahan verbal dan interaksi yang sopan dan formal, praktik-praktik ini jarang diterjemahkan menjadi keterbukaan emosional, sehingga menempatkan inisiatif relasional yang lebih besar pada migran. Akibatnya, intimasi cenderung berkembang secara asimetris, inklusif secara spasial tetapi selektif secara relasional, terutama ketika harapan kedekatan pribadi bertabrakan dengan norma-norma formalitas. Namun, pengaturan kolektif, seperti kegiatan keagamaan dan berbasis komunitas, menawarkan keterlibatan yang lebih timbal balik dan mengurangi eksklusivitas budaya. Temuan ini menekankan pentingnya struktur sosial yang mendukung interaksi lintas kelompok berkelanjutan, yang berkontribusi pada pemahaman teoritis tentang intimasi asimetris dan menginformasikan upaya untuk mendorong hubungan antar-etnis yang lebih inklusif dalam konteks migrasi domestik di Indonesia.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa intimasi dalam persahabatan antar-etnis antara migran dari luar Jawa dan tuan rumah Jawa asli tidak ditentukan hanya oleh keterbukaan, tetapi juga oleh navigasi harapan sosial yang tidak merata, norma-norma budaya, dan makna hubungan.Penelitian ini menunjukkan bahwa keramahan tidak secara otomatis mendorong kedekatan emosional, adaptasi budaya tidak selalu mengarah pada penerimaan, dan inklusi spasial saja tidak menjamin pengakuan atau rasa memiliki.Seringkali, norma-norma formal membatasi kedalaman hubungan antar-etnis, sedangkan ruang-ruang komunal inklusif cenderung mempromosikan keterlibatan timbal balik di lintas garis etnis.Akhirnya, intimasi dalam interaksi migran-tuan rumah bukan hasil otomatis dari kontak, tetapi proses intersubjektif yang bergantung pada konteks yang dibentuk oleh dinamika kuasa yang tidak merata.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penting untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana dinamika kekuasaan dan struktur sosial mempengaruhi pembentukan intimasi dalam persahabatan antar-etnis. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana migran dan tuan rumah memandang dan merespons dinamika kekuasaan dalam interaksi mereka, serta bagaimana struktur sosial yang ada mempengaruhi perkembangan intimasi. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran ruang-ruang komunal inklusif dalam mempromosikan intimasi antar-etnis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana partisipasi dalam kegiatan kolektif, seperti organisasi kampus, kelompok sukarela, atau kegiatan keagamaan, dapat mengurangi eksklusivitas budaya dan mendorong keterlibatan timbal balik di lintas garis etnis. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana stereotip dan bias implisit mempengaruhi perkembangan intimasi dalam persahabatan antar-etnis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana persepsi dan asumsi yang dipegang oleh migran dan tuan rumah dapat mempengaruhi interaksi mereka dan bagaimana stereotip dapat menghambat perkembangan intimasi. Dengan memahami dinamika ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang pembentukan intimasi dalam persahabatan antar-etnis dan menawarkan wawasan untuk mempromosikan hubungan yang lebih inklusif dan saling menghormati di antara kelompok-kelompok etnis yang berbeda.
- "The Closeness in Interethnic Friendship" by Fadjri Kirana Anggarani, Avin Fadilla Helmi et... doi.org/10.7454/hubs.asia.2100322The Closeness in Interethnic Friendship by Fadjri Kirana Anggarani Avin Fadilla Helmi et doi 10 7454 hubs asia 2100322
- DOI Name 10.4102 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc open journals publishing... doi.org/10.4102DOI Name 10 4102 Values name values index type timestamp data serv crossref desc open journals publishing doi 10 4102
- Included but Invisible? Subtle Bias, Common Identity, and the Darker Side of âWeâ... spssi.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/sipr.12017Included but Invisible Subtle Bias Common Identity and the Darker Side of yAAAuWeyAAAy spssi onlinelibrary wiley doi 10 1111 sipr 12017
- Does Tourist–Host Social Contact Reduce Perceived Cultural Distance? - Daisy X.F. Fan, Hanqin Qiu... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0047287517696979Does TouristAeHost Social Contact Reduce Perceived Cultural Distance Daisy X F Fan Hanqin Qiu journals sagepub doi 10 1177 0047287517696979
| File size | 231.66 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Dari total 337 artikel yang ditemukan, 20 artikel dipilih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa EPDS memiliki konsistensi internalDari total 337 artikel yang ditemukan, 20 artikel dipilih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa EPDS memiliki konsistensi internal
UMSUMS Di sekolah, siswa, guru, dan pegawai sekolah berisiko tinggi terkena bencana. Salah satu bentuk mitigasi bencana yang dilakukan di SMK Negeri 2 Kota TangerangDi sekolah, siswa, guru, dan pegawai sekolah berisiko tinggi terkena bencana. Salah satu bentuk mitigasi bencana yang dilakukan di SMK Negeri 2 Kota Tangerang
UMSUMS Studi ini bertujuan untuk menentukan peran harga diri dalam memediasi pengaruh spiritualitas terhadap ketahanan pada dewasa muda korban KBGO. SebanyakStudi ini bertujuan untuk menentukan peran harga diri dalam memediasi pengaruh spiritualitas terhadap ketahanan pada dewasa muda korban KBGO. Sebanyak
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi stunting melalui pelatihan.Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi stunting melalui pelatihan.
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Keterjangkauan terhadap layanan VCT dan ARV masih merupakan tantangan besar dalam penanggulangan HIV/AIDS. Keterjangkauan ini dapat berupa jarak, sumberKeterjangkauan terhadap layanan VCT dan ARV masih merupakan tantangan besar dalam penanggulangan HIV/AIDS. Keterjangkauan ini dapat berupa jarak, sumber
JQWHJQWH Sampel penelitian adalah ibu hamil pada trimester ketiga di Klinik Pratama Anugrah di Surabaya yang diambil menggunakan metode total sampling. InstrumenSampel penelitian adalah ibu hamil pada trimester ketiga di Klinik Pratama Anugrah di Surabaya yang diambil menggunakan metode total sampling. Instrumen
JQWHJQWH Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden memiliki motivasi yang kuat (50%), sebagian besar responden memiliki dukungan keluargaHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden memiliki motivasi yang kuat (50%), sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga
UNMUHUNMUH Masih banyak masyarakat yang mengalami kecemasan saat menghadapi pasien Covid-19 yang baru keluar dari Rumah Sakit. Kondisi ini dapat terjadi karena banyakMasih banyak masyarakat yang mengalami kecemasan saat menghadapi pasien Covid-19 yang baru keluar dari Rumah Sakit. Kondisi ini dapat terjadi karena banyak
Useful /
JQWHJQWH Following the health education program, a significant shift occurred, with most respondents demonstrating improved, positive sexual behavior. These resultsFollowing the health education program, a significant shift occurred, with most respondents demonstrating improved, positive sexual behavior. These results
UIN SGDUIN SGD Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan hukum normatif, artikel ini mengkaji instrumen hukum utama seperti Undang-UndangDengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan hukum normatif, artikel ini mengkaji instrumen hukum utama seperti Undang-Undang
JQWHJQWH Latar belakang: Balita usia 12 bulan hingga 59 bulan merupakan periode emas yang sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan. Balita usia 2–5 tahunLatar belakang: Balita usia 12 bulan hingga 59 bulan merupakan periode emas yang sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan. Balita usia 2–5 tahun
JQWHJQWH 05; CI=95%). Analisis: Gangguan aktivitas metabolik monoamin di otak yang berperan dalam fisiologi tidur dan terjadinya gangguan tidur pada seseorang dengan05; CI=95%). Analisis: Gangguan aktivitas metabolik monoamin di otak yang berperan dalam fisiologi tidur dan terjadinya gangguan tidur pada seseorang dengan