ISKIISKI
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaSeni pertunjukan Debus di Banten, yang telah ada sejak era Kesultanan, kini menghadapi tantangan yang kompleks. Di satu sisi terdapat masalah pelestarian nilai tradisional, sementara di sisi lain muncul tekanan modernisasi. Selain itu, Debus yang sering dikaitkan dengan unsur magis kerap menimbulkan stigma negatif, padahal pluralisme moral yang terkandung di dalamnya belum dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif melalui observasi partisipatif pada pertunjukan Debus, wawancara mendalam dengan 10 informan (seniman Debus), diskusi kelompok fokus, serta studi literatur. Analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Temuan menunjukkan bahwa seniman Debus membangun makna pluralisme moral melalui integrasi nilai spiritual Islam, ketahanan budaya, dan negosiasi simbolik. Temuan tersebut konsisten dengan teori interaksi simbolik Mead dan teori pluralisme moral Rawls mengenai koeksistensi nilai dalam masyarakat multikultural. Stigma negatif terhadap Debus sebagian besar berasal dari kesenjangan pengetahuan antara seniman dan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa Debus merupakan model unik pluralisme moral melalui praktik komunikasi budaya yang dinamis dan kompleks, serta memerlukan edukasi publik dan kebijakan budaya progresif untuk mengurangi stigma dan mendukung pelestariannya sebagai warisan budaya Indonesia.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni pertunjukan Debus merupakan bentuk pluralisme moral yang unik dan dinamis dalam masyarakat Banten.Temuan utama menunjukkan bahwa Debus berfungsi sebagai media pembentukan makna spiritual integratif melalui transformasi nilai Islam, proses negosiasi simbolik memungkinkan nilai tradisional beradaptasi dalam konteks modern, dan kerangka pluralisme moralnya memungkinkan koeksistensi nilai beragam dalam masyarakat multikultural.Transformasi stigma melalui komunikasi budaya membuka peluang redefinisi makna budaya yang inklusif, sehingga diperlukan edukasi publik dan kebijakan budaya progresif untuk mengurangi stigma dan mendukung pelestariannya sebagai warisan budaya Indonesia.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi persepsi publik terhadap Debus dengan menggunakan pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif untuk mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi stigma serta mengukur efektivitas program edukasi dalam memperkecil kesenjangan pengetahuan antara seniman dan masyarakat umum. Selanjutnya, studi komparatif antara Debus di Banten dengan bentuk seni pertunjukan tradisional serupa di provinsi lain dapat mengungkap variasi konstruksi pluralisme moral serta strategi adaptasi budaya yang berbeda, sehingga memperkaya pemahaman tentang dinamika pluralisme dalam konteks regional yang lebih luas. Akhirnya, penelitian longitudinal yang menelaah dampak kebijakan budaya progresif dan program pelestarian terhadap perubahan sikap masyarakat serta kelangsungan praktik Debus selama periode lima hingga sepuluh tahun akan memberikan bukti empiris mengenai keberlanjutan upaya reduksi stigma dan pelestarian warisan budaya.
- Moral Pluralism in Debus Performing Arts: Phenomenological Analysis of Cultural Communication in Banten... doi.org/10.25008/jkiski.v10i2.1379Moral Pluralism in Debus Performing Arts Phenomenological Analysis of Cultural Communication in Banten doi 10 25008 jkiski v10i2 1379
- Intercultural Communication of Indonesian-Australian International Special Class Alumni According to... jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/667Intercultural Communication of Indonesian Australian International Special Class Alumni According to jurnal iski index php jkiski article view 667
- Pluralitas Dan Konsep Pengakuan Intersubjektif Dalam Pemikiran Axel Honneth | DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT... journal.driyarkara.ac.id/index.php/diskursus/article/view/70Pluralitas Dan Konsep Pengakuan Intersubjektif Dalam Pemikiran Axel Honneth DISKURSUS JURNAL FILSAFAT journal driyarkara ac index php diskursus article view 70
- Self Interpretation: The Identity of Women Legislator | Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.... doi.org/10.25008/jkiski.v8i2.771Self Interpretation The Identity of Women Legislator Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia doi 10 25008 jkiski v8i2 771
| File size | 502.52 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Penelitian ini membahas mengenai sistem kewarisan wanita di Bali dalam hukum adat Bali. Kami melakukan penelitian yaitu bertujuan untuk mendalami kedudukanPenelitian ini membahas mengenai sistem kewarisan wanita di Bali dalam hukum adat Bali. Kami melakukan penelitian yaitu bertujuan untuk mendalami kedudukan
ISKIISKI Keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan etnografi digital komparatifnya, yang menghubungkan dua gerakan protes yang berbeda secara temporal untukKeunikan penelitian ini terletak pada pendekatan etnografi digital komparatifnya, yang menghubungkan dua gerakan protes yang berbeda secara temporal untuk
STIKESRSHUSADASTIKESRSHUSADA Stigma masyarakat terhadap gangguan jiwa di Desa Botolinggo cenderung rendah dengan sikap positif. Program Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) memberikan kontribusiStigma masyarakat terhadap gangguan jiwa di Desa Botolinggo cenderung rendah dengan sikap positif. Program Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) memberikan kontribusi
YMPNYMPN Dalam era globalisasi dan homogenisasi pendidikan, pelestarian dan promosi bahasa ibu telah menjadi tantangan sekaligus kebutuhan. Penelitian ini menyelidikiDalam era globalisasi dan homogenisasi pendidikan, pelestarian dan promosi bahasa ibu telah menjadi tantangan sekaligus kebutuhan. Penelitian ini menyelidiki
IDEBAHASAIDEBAHASA Novel ini secara efektif menggambarkan konflik antara peran tradisional yang melekat pada perempuan dengan hak-hak individu mereka, sekaligus menegaskanNovel ini secara efektif menggambarkan konflik antara peran tradisional yang melekat pada perempuan dengan hak-hak individu mereka, sekaligus menegaskan
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Ini mengungkap makna tersembunyi dengan menganalisis tanda-tanda postingan yang ada di beberapa media sosial. Temuan menunjukkan bahwa itu adalah caraIni mengungkap makna tersembunyi dengan menganalisis tanda-tanda postingan yang ada di beberapa media sosial. Temuan menunjukkan bahwa itu adalah cara
UM PalembangUM Palembang Pinjaman online ilegal merupakan penyelenggaraan lembaga jasa keuangan yang tidak terdaftar dan tidak berizin di otoritas jasa keuangan (OJK).mekanismePinjaman online ilegal merupakan penyelenggaraan lembaga jasa keuangan yang tidak terdaftar dan tidak berizin di otoritas jasa keuangan (OJK).mekanisme
UINGUSDURUINGUSDUR Salah satu isu perempuan yang telah diperjuangkan adalah kesetaraan di setiap sektor, termasuk sektor keagamaan, yaitu shalat. Dalam konteks ini, beberapaSalah satu isu perempuan yang telah diperjuangkan adalah kesetaraan di setiap sektor, termasuk sektor keagamaan, yaitu shalat. Dalam konteks ini, beberapa
Useful /
ISKIISKI Pemerintah tetap menjadi aktor dominan karena kekuatan regulasi dan sumber dayanya, tetapi masih menghadapi fragmentasi kebijakan dan tekanan birokrasiPemerintah tetap menjadi aktor dominan karena kekuatan regulasi dan sumber dayanya, tetapi masih menghadapi fragmentasi kebijakan dan tekanan birokrasi
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Kondisi demikian tentu diharapkan tidak terjadi dalam waktu lama, harapan semua pihak termasuk pemerintah supaya resesi segera normal pulih dengan mengupayakanKondisi demikian tentu diharapkan tidak terjadi dalam waktu lama, harapan semua pihak termasuk pemerintah supaya resesi segera normal pulih dengan mengupayakan
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Dengan demikian, kerugian keuangan tersebut tunduk pada ketentuan hukum privat baik yang diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 maupun Undang-UndangDengan demikian, kerugian keuangan tersebut tunduk pada ketentuan hukum privat baik yang diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 maupun Undang-Undang
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH 48/POJK. 03 Tahun 2020, OJK berperan dalam memberikan jaminan atas kerugian finansial yang dirasakan oleh nasabah penyimpan. Dengan demikian, peran OJK48/POJK. 03 Tahun 2020, OJK berperan dalam memberikan jaminan atas kerugian finansial yang dirasakan oleh nasabah penyimpan. Dengan demikian, peran OJK