169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Misykat Cahaya adalah karya seni yang terinspirasi oleh pengalaman spiritual pribadi tentang eksistensi diri, pencarian manusia beragama yang terhalang oleh keberadaan Tuhan. Melalui metode penelitian kualitatif, seniman mencoba mengurai fenomena spiritual ini untuk menemukan nilai-nilai yang akan digunakan sebagai panduan dalam proses karya. Kombinasi antara gaya non-figuratif Ismail Raji Al-Faruqi (Seni Tauhid) dengan Eksistensialisme Sartre digunakan untuk menggambarkan hubungan antara manusia dan Tuhan. Kombinasi ini menunjukkan pilihan menjadi manusia bebas atau yang mengakui Tuhan sebagai sumber nilai dan cara untuk memahami keberadaan seniman Muslim saat ini.

Karya Misykat Cahaya menggunakan medium manik-manik plastik, nilon, dan cahaya.Medium ini memiliki nilai mendalam bagi seniman karena pertemuan intensif dan berulang-ulang.Ada tiga tingkat tanda yang harus dianalisis untuk memahami karya ini.objek (manik-manik dan nilon), ekspresi estetis Al-Faruqi, dan cahaya yang diserap oleh objek.Karya ini menggambarkan eksistensi seniman sebagai umat Islam dan seniman Muslim, dengan metafora sebagai idiom untuk mengkomunikasikan medium yang dipilih.Karya ini menunjukkan bahwa tanda hidayah dapat diserap jika kita mampu membaca tanda-tanda datangnya hidayah, dan keberadaan Tuhan akan terasa hadir jika mata batin sudah dibuka.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: . . 1. Menganalisis lebih dalam tentang bagaimana intensitas pertemuan dengan objek dan cahaya dapat mempengaruhi proses spiritualitas dan kesadaran diri. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pengalaman spiritual dapat dibangun melalui interaksi dengan objek sehari-hari dan cahaya, serta bagaimana hal ini dapat memengaruhi eksistensi dan kesadaran sebagai seniman Muslim.. . 2. Menjelajahi konsep hidayah dalam seni Islam dan bagaimana karya seni dapat menjadi media untuk mengungkapkan dan membangkitkan emosi keagamaan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana karya seni dapat menjadi jembatan antara manusia dan Tuhan, serta bagaimana seni dapat menjadi sarana untuk memahami dan menghayati ajaran Islam.. . 3. Mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan artistik non-figuratif dalam Seni Tauhid dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam karya seni kontemporer. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana karakter estetis seperti abstraksi, struktur modular, dan repetisi dapat digunakan untuk mengekspresikan nilai-nilai Islam dan spiritualitas dalam karya seni yang relevan dengan zaman sekarang.

Read online
File size1.76 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test