169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Fokus penelitian ini adalah transformasi kesenian Genye sebagai ikon Kabupaten Purwakarta. Penelitian telah dilakukan mulai dari pembentukan kesenian Genye hingga proses perubahan penampilan dalam berbagai acara, yaitu dari tahun 2009 hingga 2021. Teori Transformasi dari Anthony Antoniades (1990) digunakan untuk menganalisis proses perubahan yang terjadi secara bertahap dalam kesenian Genye terkait dengan penampilan dalam konteks masyarakat dan secara internal dari sisi estetika. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen termasuk foto, video, dan objek visual lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesenian Genye mengalami perubahan dinamis dari elemen estetika yang terkait dengan musik, tari, dan seni. Eksistensinya sebagai ikon daerah menunjukkan identitas masyarakat untuk kepedulian dan selera mereka terhadap seni.

Perubahan kesenian Genye terjadi karena faktor dari luar maupun faktor dari dalam.Kehadiran para kreator, juga keinginan dari Bupati menjadi faktor yang menentukan.Berdasarkan pengkajian yang dilakukan terkait dengan bentuk-bentuk transformasi yang ada, Seni Genye masih belum mencapai titik maksimal, masih banyak hal yang perlu dievaluasi dan direvisi baik dari segi musik, tari, maupun properti.Diharapkan sebagai ikon Kabupaten Purwakarta perlu pendalaman lebih.Dalam hal koreografi Genye sendiri belum maksimal karena belum tergarap dengan baik.Hal ini juga dari segi musik, yakni lagu-lagu yang dimainkan, belum ada yang baku, sehingga sampai saat ini Kesenian Genye di Purwakarta belum memiliki ciri khas dan pola yang baku.Hal ini dapat dilihat dari musik introduksi (pembuka) maupun musik Akhir (penutup).

Untuk mengembangkan kesenian Genye sebagai ikon Kabupaten Purwakarta, perlu dilakukan upaya mendalam agar kesenian ini memiliki kebaruan dan berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya. Perlu juga dilakukan perubahan-perubahan yang lebih mendasar, seperti penggunaan bongsang dan ayakan sebagai properti, serta pengembangan musik dan koreografi yang lebih khas dan representatif. Selain itu, penting untuk melakukan pelestarian melalui pendidikan formal maupun non-formal, khususnya di dunia pendidikan, agar kesenian Genye sebagai warisan budaya dapat benar-benar mewakili harapan dan pengakuan masyarakat Purwakarta.

Read online
File size1.87 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test