UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan budaya kerja baru dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Pengadilan Negeri Sampit Kelas IB. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Responden penelitian terdiri dari para pejabat dan staf di pengadilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan yang signifikan akan adopsi budaya kerja baru yang lebih terbuka, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Budaya kerja yang mendukung kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ASN. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perubahan dalam kebijakan dan praktik manajemen di pengadilan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan profesional ASN.

Penerapan budaya kerja baru yang lebih terbuka, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ASN di lingkungan Pengadilan Negeri Sampit Kelas IB.Budaya kerja yang mendukung komitmen, integritas, kedisiplinan, kerja sama tim, inovasi, dan pengembangan diri menjadi faktor kunci dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.Meskipun sarana prasarana dan teknologi digital telah mendukung efisiensi layanan, kekurangan sumber daya manusia di beberapa unit kerja perlu segera diatasi agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh penerapan model kepemimpinan transformasional terhadap penguatan budaya kerja kolaboratif dan inovatif di lingkungan peradilan, mengingat pentingnya peran pimpinan dalam mendorong perubahan organisasi. Kedua, layak dikaji efektivitas sistem pelatihan berbasis kompetensi yang dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan kapabilitas ASN dalam konteks pelayanan hukum yang inklusif bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang optimalisasi teknologi digital dalam pelayanan publik di pengadilan daerah terpencil, termasuk uji kelayakan implementasi kecerdasan buatan untuk membantu pengelolaan perkara dan pelayanan administratif secara lebih cepat dan transparan, khususnya di wilayah hukum yang luas dan berjauhan seperti Kabupaten Seruyan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar empiris bagi pembangunan sistem peradilan yang lebih adaptif, manusiawi, dan efisien, sekaligus menjawab tantangan ketersediaan sumber daya manusia dan akses layanan hukum di daerah.

Read online
File size217.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test