PELITABANGSAPELITABANGSA
Pelita TeknologiPelita TeknologiKualitas udara dalam ruang laboratorium merupakan faktor penting untuk menjaga kesehatan mahasiswa, dosen, dan staf yang beraktivitas di dalamnya. Udara yang tidak terkontrol dapat membawa partikel halus, gas berbahaya, dan bioaerosol yang berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, peradangan sistemik, hingga memengaruhi fungsi kognitif dan kesehatan mental. Pada Laboratorium Teknik Sipil, berbagai kegiatan seperti penggerusan sampel, pengujian beton dan aspal dapat menghasilkan Total Suspended Particulate (TSP), yang diketahui dapat menyebabkan iritasi hingga gangguan pernapasan kronis maupun penurunan kemampuan kognitif. Selain partikulat, penggunaan material yang mengandung logam berat seperti Timbal (Pb) dan Kromium Total (Cr) juga menambah risiko paparan. Kedua logam ini dapat terhirup dalam bentuk partikel halus dan menimbulkan inflamasi serta stres oksidatif yang berdampak pada sistem pernapasan dan saraf pusat. Sumber polutan laboratorium umumnya berasal dari kegiatan praktikum, bahan kimia, serta peralatan yang menghasilkan debu, dan kadarnya sangat dipengaruhi oleh kondisi ventilasi serta intensitas aktivitas. Paparan jangka panjang terhadap TSP, Pb, dan Cr telah dikaitkan dengan risiko penyakit pernapasan kronis dan keracunan logam berat. Dengan pertimbangan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan konsentrasi TSP, Pb, dan Cr saat praktikum dan tidak praktikum, serta menggambarkan persepsi risiko dan pengalaman paparan yang dirasakan oleh pengguna laboratorium.
Penelitian ini memberikan hasil yang dapat disimpulkan sebagai berikut.Analisis Hasil Data TSP, Pb, dan Cr.Konsentrasi TSP tertinggi ditemukan pada Titik 3 Laboratorium Jalan Raya 2 saat praktikum sebesar 2,888 mg/m³, sedangkan konsentrasi terendah pada Titik 1 Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik saat tidak praktikum yaitu 0,289 mg/m³.Untuk Pb, nilai tertinggi tercatat di Titik 3 Laboratorium Jalan Raya 2 saat praktikum sebesar 0,065888 mg/m³, dan terendah di Titik 1 Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik baik saat praktikum maupun tidak praktikum yaitu 0,003575 mg/m³.Pada parameter Cr, konsentrasi tertinggi juga terdapat di Titik 3 Laboratorium Jalan Raya 2 saat praktikum sebesar 0,0024 mg/m³, sedangkan nilai terendah di Titik 2 Laboratorium Jalan Raya 1 saat tidak praktikum yaitu 0,0001 mg/m³.Persepsi Risiko dan Paparan serta Potensi Dampak Kesehatan & Kesadaran Risiko.Hasil survei persepsi risiko dan paparan menunjukkan bahwa persentase tertinggi terdapat pada cukup (28,1%) yang merujuk pada jawaban mahasiswa terhadap pertanyaan tentang seberapa sering mereka merasa terpapar debu, partikel di udara, atau mengalami gejala akibat aktivitas di laboratorium.Sebaliknya, persentase terendah seperti selalu (3,51%) atau tidak pernah (7,02%) berkaitan dengan respons atas penggunaan alat pelindung diri secara konsisten dan pengulangan paparan langsung setiap berada di dalam laboratorium.Pada aspek potensi dampak kesehatan dan kesadaran risiko sebagian besar responden (42,6%) menjawab cukup, artinya mereka merasa sistem ventilasi, informasi risiko, serta pemantauan kualitas laboratorium udara sudah cukup memberi perlindungan dan pengetahuan terkait dampak kesehatan.Sedangkan persentase terendah seperti kurang (10,3%) dan berasal dari respon yang kurang yakin efektifnya pengukuran, kurang informasi, atau menganggap risiko kesehatan minim.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menganalisis dampak jangka panjang paparan TSP, Pb, dan Cr terhadap kesehatan pengguna laboratorium, terutama terkait dengan gangguan pernapasan dan sistem saraf. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan dan implementasi sistem ventilasi yang lebih optimal di laboratorium, termasuk desain ruang dan penggunaan teknologi ventilasi yang tepat. Ketiga, penting untuk melakukan studi komparatif antara laboratorium dengan tingkat aktivitas praktikum yang berbeda, untuk memahami pengaruh intensitas aktivitas terhadap kualitas udara dan risiko kesehatan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kualitas udara dan keselamatan pengguna laboratorium.
| File size | 361.84 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menggali metode yang paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkanMetode penelitian kualitatif digunakan untuk menggali metode yang paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPPU menerapkan prinsip represif, yakni penindakan hukum dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Meskipun tidak ditemukanHasil penelitian menunjukkan bahwa KPPU menerapkan prinsip represif, yakni penindakan hukum dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Meskipun tidak ditemukan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Hasil penelitian menunjukkan (1) Overcrowding di Rutan Kelas IIB Ruteng disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama, kapasitas RutanHasil penelitian menunjukkan (1) Overcrowding di Rutan Kelas IIB Ruteng disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama, kapasitas Rutan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan praperadilan oleh mantan wakil menteri hukum dan hak asasi manusia,Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan praperadilan oleh mantan wakil menteri hukum dan hak asasi manusia,
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Implikasi dari hasil ini adalah pentingnya mempertimbangkan variabel lain yang mungkin lebih berperan dalam menjelaskan pergerakan return saham, sepertiImplikasi dari hasil ini adalah pentingnya mempertimbangkan variabel lain yang mungkin lebih berperan dalam menjelaskan pergerakan return saham, seperti
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BLT dilakukan dengan mekanisme koordinasi yang sistematis antara pemerintah pusat dan desa, dimulaiHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BLT dilakukan dengan mekanisme koordinasi yang sistematis antara pemerintah pusat dan desa, dimulai
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Proses implementasi yang dimulai dari tahap perencanaan, pemilihan vendor, hingga pelatihan staf menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit telah melakukanProses implementasi yang dimulai dari tahap perencanaan, pemilihan vendor, hingga pelatihan staf menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit telah melakukan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Sembilan taktik utama sebagaimana diklasifikasikan oleh Robbins, S. , & Judge, (2023) yaitu legitimasi, persuasi rasional, permohonan inspirasional, konsultasi,Sembilan taktik utama sebagaimana diklasifikasikan oleh Robbins, S. , & Judge, (2023) yaitu legitimasi, persuasi rasional, permohonan inspirasional, konsultasi,
Useful /
PELITABANGSAPELITABANGSA Dosis optimum AOP kombinasi O₃ dan H₂O₂ untuk penurunan COD adalah 40 ml H₂O₂ dengan 60 menit ozonisasi, sedangkan untuk TSS adalah 40 ml H₂O₂Dosis optimum AOP kombinasi O₃ dan H₂O₂ untuk penurunan COD adalah 40 ml H₂O₂ dengan 60 menit ozonisasi, sedangkan untuk TSS adalah 40 ml H₂O₂
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Teknik pengumpulan data ialah menggunakan kuesioner yang disebar pada 99 responden. Lalu dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 29. Hasil penelitian menyatakanTeknik pengumpulan data ialah menggunakan kuesioner yang disebar pada 99 responden. Lalu dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 29. Hasil penelitian menyatakan
PELITABANGSAPELITABANGSA Namun demikian, analisis di enam lokasi pengamatan memperlihatkan adanya variasi potensi, di mana pantai berpasir dengan tutupan vegetasi relatif rapatNamun demikian, analisis di enam lokasi pengamatan memperlihatkan adanya variasi potensi, di mana pantai berpasir dengan tutupan vegetasi relatif rapat
JURNALDIDAKTIKAJURNALDIDAKTIKA Penelitian ini menyimpulkan bahwa slogan “Sepintu Sedulang berfungsi sebagai instrumen kultural dalam pembentukan karakter siswa meskipun masih bersifatPenelitian ini menyimpulkan bahwa slogan “Sepintu Sedulang berfungsi sebagai instrumen kultural dalam pembentukan karakter siswa meskipun masih bersifat