UNBINUNBIN
Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)Proses pemetaan kompetensi peserta didik merupakan langkah penting dalam pengelompokan berdasarkan hasil tes diagnostik. Pengelompokan yang tidak efektif dapat menghambat pengambilan keputusan yang tepat terhadap peserta didik yang nilainya rendah. Penelitian ini mengembangkan sebuah prototype aplikasi untuk memetakan kompetensi peserta didik menggunakan algoritma K-Means Clustering. Pada penelitian ini dibuat sebuah prototype aplikasi yang dapat melakukan pemetaan kompetensi peserta didik dengan menerapkan Algoritma K-means Clustering yaitu dengan cara menganalisis data dan melakukan perhitungan pengelompokan, yang kemudian perhitungan pengelompokan dianalisis kembali untuk melihat kompetensi peserta didik di masing-masing kelompok. Variabel yang digunakan mencakup nilai literasi dan numerasi sebagai parameter pengelompokan. Hal ini dilakukan untuk memetakan kompetensi peserta didik agar dapat menyajikan informasi yang bisa menjadi acuan sekolah untuk mengambil kebijakan peserta didik mana yang harus mendapatkan jam tambahan. Pada aplikasi yang dibangun telah dilakukan uji kelayakan oleh ahli sistem dan diperoleh persentase kelayakan sebesar 100% yang dapat dikategorikan ke dalam interpretasi “Sangat Layak. Telah dilakukan juga uji kelayakan oleh pengguna dengan menggunakan kuesioner PSSUQ sesuai dengan kategori PSSUQ diantaranya yaitu nilai kepuasan secara keseluruhan (Overall) sebesar 100%, yang artinya aplikasi ini layak digunakan. Serta telah dilakukan juga uji validitas cluster menggunakan Silhouette Coefficient terhadap algoritma K-means yang diterapkan dengan nilai yang diperoleh sebesar 0,467 yang berarti cluster yang dibentuk termasuk kedalam kategori “Lemah.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka kesimpulan yang didapatkan adalah sebagai berikut.Pertama, pengelompokan kompetensi berdasarkan hasil tes diagnostik menghasilkan dua kategori, yaitu Nilai Rendah dan Nilai Tinggi.Kedua, penerapan algoritma K-Means Clustering untuk pemetaan Kompetensi peserta didik baru belum akurat dan efektif dikarenakan hasil evaluasi algoritma K-Means Clustering dengan nilai Silhouette Coefficient menghasilkan nilai 0,467 yang mengindikasikan kualitas pemisahan cluster yang lemah.Ketiga, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem pendukung keputusan untuk pemetaan kompetensi peserta didik baru, meskipun masih memerlukan peningkatan akurasi dan validitas cluster.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menguji algoritma clustering lain, seperti DBSCAN atau Hierarchical Clustering, untuk dibandingkan efektivitasnya dengan K-Means Clustering dalam memetakan kompetensi peserta didik. Hal ini bertujuan untuk menemukan algoritma yang menghasilkan cluster dengan validitas lebih tinggi dan representasi yang lebih akurat. Kedua, penelitian selanjutnya dapat memperluas variabel yang digunakan dalam proses clustering, tidak hanya terbatas pada literasi dan numerasi, tetapi juga memasukkan variabel lain seperti gaya belajar, minat, dan karakteristik pribadi peserta didik. Dengan demikian, pemetaan kompetensi dapat menjadi lebih komprehensif dan personalisasi. Ketiga, pengembangan sistem dapat dilakukan dengan mengintegrasikan hasil pemetaan kompetensi dengan sistem rekomendasi pembelajaran yang adaptif. Sistem ini dapat memberikan rekomendasi materi pembelajaran dan metode belajar yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan masing-masing peserta didik, sehingga dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan membantu peserta didik mencapai potensi maksimal mereka. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
| File size | 736.86 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNBINUNBIN 2% (Sangat Layak), dan koefisien korelasi Spearman sebesar 0. 85 (Sangat Tinggi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode SAW sebagai penunjang2% (Sangat Layak), dan koefisien korelasi Spearman sebesar 0. 85 (Sangat Tinggi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode SAW sebagai penunjang
UntikaUntika Melalui mandat Pasal 18 dan Pasal 28I Ayat (4) UUD 1945, pemerintah daerah memikul tanggung jawab sebagai pemangku kewajiban dalam pemenuhan hak atas informasi.Melalui mandat Pasal 18 dan Pasal 28I Ayat (4) UUD 1945, pemerintah daerah memikul tanggung jawab sebagai pemangku kewajiban dalam pemenuhan hak atas informasi.
UNBINUNBIN Data yang diinput diproses menggunakan metode SAW untuk menghasilkan peringkat rekomendasi calon karyawan tetap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistemData yang diinput diproses menggunakan metode SAW untuk menghasilkan peringkat rekomendasi calon karyawan tetap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem
UNBINUNBIN Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Content-Based Filtering mampu menentukan resep obat berdasarkan diagnosa pasien dengan tingkat kelayakan rata-rataPenelitian ini menunjukkan bahwa metode Content-Based Filtering mampu menentukan resep obat berdasarkan diagnosa pasien dengan tingkat kelayakan rata-rata
UNBINUNBIN Penerapan algoritma Regresi Logistik terbukti efektif dalam deteksi dini gejala serangan jantung. Dengan keakuratan yang tinggi, aplikasi ini dapat membantuPenerapan algoritma Regresi Logistik terbukti efektif dalam deteksi dini gejala serangan jantung. Dengan keakuratan yang tinggi, aplikasi ini dapat membantu
UnijoyoUnijoyo Salah satu faktor yang diyakini dapat membentuk academic hardiness adalah self-acceptance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-acceptanceSalah satu faktor yang diyakini dapat membentuk academic hardiness adalah self-acceptance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-acceptance
UnijoyoUnijoyo Skala dalam penelitian ini menggunakan skala Health Belief Model (HBM) yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan enam dimensi HBM dari Champion dan SkinnerSkala dalam penelitian ini menggunakan skala Health Belief Model (HBM) yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan enam dimensi HBM dari Champion dan Skinner
UnijoyoUnijoyo Disini dapat disimpulkan bahwa peranan perceived peer pressure bersifat lebih dominan daripada search for meaning. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukanDisini dapat disimpulkan bahwa peranan perceived peer pressure bersifat lebih dominan daripada search for meaning. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan
Useful /
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Bahasa yang sederhana, contoh konkret, dan scaffolding bertahap sesuai dengan perkembangan remaja dan penelitian terkini dalam psikologi moral. Dalam praktiknya,Bahasa yang sederhana, contoh konkret, dan scaffolding bertahap sesuai dengan perkembangan remaja dan penelitian terkini dalam psikologi moral. Dalam praktiknya,
FISIP UNMULFISIP UNMUL Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana kompleksitas persepsi dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan dalam sudut pandang masyarakatPenelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana kompleksitas persepsi dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan dalam sudut pandang masyarakat
UNBINUNBIN Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe sistem prediksi produksi berbasis metode Regresi Linier Berganda, guna meningkatkan akurasi prediksi produksiPenelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe sistem prediksi produksi berbasis metode Regresi Linier Berganda, guna meningkatkan akurasi prediksi produksi
UnijoyoUnijoyo Ketersediaan waktu luang yang berlebih karena tidak perlu berpindah tempat untuk kuliah disertai dengan rendahnya motivasi sebagai dampak dari tidak dimilikinyaKetersediaan waktu luang yang berlebih karena tidak perlu berpindah tempat untuk kuliah disertai dengan rendahnya motivasi sebagai dampak dari tidak dimilikinya