POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU

JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATANJURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN

Total Intravenous Anesthesia merupakan teknik anestesi dimana induksi dan pemeliharaan anestesi didapatkan dengan hanya memakai kombinasi obat-obatan anestesi yang disuntikkan melalui jalur intravena tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk N2O. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan hubungan antara TIVA dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Variabel independent pada penelitian ini Total Intravenous Anesthesia dan variabel dependent adalah hipersalivasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juni-28 Juli 2024 di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Lembar observasi menggunakan jenis obat TIVA dan kejadian hipersalivasi selanjutnya jumlah saliva diukur menggunakan spuit. Analisa data dalam penelitian ini dengan uji distribusi frekuensi dan uji chi-square. Hasil penelitian membuktikan: jenis anestesi TIVA yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun yaitu ketamine dan propofol. Jenis kelamin laki-laki banyak ditemukan pada penelitian ini sebanyak 42 responden (63,3%). Kejadian hipersalivasi pada responden dengan anestesi TIVA lebih banyak terjadi pada responden yang diinduksi menggunakan ketamine yaitu 26 responden (78%). Terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto dengan hasil nilai (r) sebesar 0,416 atau korelasi sedang dan p-value 0,001.

Penelitian ini menemukan bahwa jenis anestesi TIVA yang dominan digunakan di RSKB Jatiwinangun adalah ketamine dan propofol, dengan laki-laki mendominasi populasi pasien.Kejadian hipersalivasi intra anestesi lebih sering terjadi pada pasien yang diinduksi ketamine (78,8%).Secara signifikan, terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun.

Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan antara penggunaan anestesi intravena total (TIVA) dengan kejadian hipersalivasi selama operasi, terutama saat menggunakan ketamine. Untuk memperdalam pemahaman ini, penelitian lanjutan bisa berfokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang mengkaji lebih jauh bagaimana faktor-faktor spesifik pada diri pasien, seperti usia, indeks massa tubuh (IMT), atau riwayat kesehatan tertentu seperti penyakit saraf atau kebiasaan merokok, memengaruhi risiko dan tingkat keparahan hipersalivasi ketika seseorang menerima TIVA. Misalnya, apakah pasien lansia atau dengan kondisi medis bawaan tertentu lebih rentan mengalami hipersalivasi dengan jenis obat TIVA tertentu? Kedua, perlu diselidiki perbandingan kejadian hipersalivasi antara pasien yang hanya menerima TIVA murni dengan mereka yang menjalani anestesi gabungan, seperti TIVA dikombinasikan dengan gas anestesi atau anestesi lokal. Studi semacam ini dapat membantu menentukan apakah pendekatan anestesi yang berbeda dapat mengurangi risiko hipersalivasi. Ketiga, mengingat bahwa hipersalivasi dapat menyebabkan komplikasi seperti penyumbatan jalan napas, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi, misalnya pemberian obat-obatan tertentu sebelum atau selama operasi, untuk mencegah atau mengatasi produksi air liur berlebihan yang disebabkan oleh TIVA, khususnya yang menggunakan ketamine. Tujuannya adalah menemukan cara terbaik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pasien selama prosedur bedah.

Read online
File size217.9 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test