UEUUEU

Health PublicaHealth Publica

Tingkat turnover karyawan di RSU Kota Tangerang Selatan pada tahun 2023 menunjukkan tren peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres kerja dan kompensasi dengan komitmen afektif melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, di mana pengukuran variabel dilakukan pada satu waktu tertentu. Populasi penelitian adalah karyawan dengan jabatan fungsional nonmedis, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan kompensasi memiliki hubungan yang signifikan dengan komitmen afektif melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Stres kerja dan kompensasi masing-masing memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja. Stres kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara langsung dengan komitmen afektif, sedangkan kompensasi memiliki hubungan yang signifikan dengan komitmen afektif. Motivasi kerja juga memiliki hubungan yang signifikan dengan komitmen afektif. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar rumah sakit melakukan pengelolaan beban kerja dan pemberian dukungan psikologis untuk menekan stres kerja, meningkatkan kompensasi melalui sistem penghargaan yang adil, serta memperkuat motivasi kerja melalui pelatihan yang relevan guna meningkatkan komitmen afektif dan loyalitas karyawan.

Kesimpulan yang dapat diambil, stres kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening.Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening.Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja.Stres kerja yang menurun akan meningkatkan motivasi kerja.Kompensasi yang meningkat akan meningkatkan motivasi kerja.Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif.Stres kerja berpotensi mempengaruhi komitmen afektif, tetapi ada faktor lain yang berperan dalam mempengaruhi komitmen afektif.Kompensasi yang meningkat akan menimbulkan komitmen afektif karyawan yang meningkat.Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif.Motivasi kerja yang meningkat akan menimbulkan komitmen afektif karyawan yang meningkat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar rumah sakit melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan komitmen afektif dan loyalitas karyawan. Pertama, rumah sakit perlu mengelola beban kerja secara seimbang dan menyediakan layanan konseling untuk mengurangi stres kerja. Kedua, manajemen harus menerapkan sistem kompensasi yang transparan, memberikan peluang pengembangan keterampilan, serta memberikan penghargaan yang adil atas pencapaian karyawan. Ketiga, motivasi kerja dapat ditingkatkan melalui pelatihan yang relevan dan bermanfaat guna mendukung perkembangan karir. Terakhir, komitmen afektif dapat diperkuat dengan menyediakan fasilitas kerja yang memadai serta memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas karyawan.

  1. PENGARUH STRESS KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL... doi.org/10.31933/jimt.v1i6.295PENGARUH STRESS KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL doi 10 31933 jimt v1i6 295
  2. PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI MELALUI PERAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI PADA PEGAWAI... e-journal.uniflor.ac.id/index.php/analisis/article/view/2029PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI MELALUI PERAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI PADA PEGAWAI e journal uniflor ac index php analisis article view 2029
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0054346APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0054346
Read online
File size544.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test