PUBLINEPUBLINE

Journal of Economics and ManagementJournal of Economics and Management

Perubahan posisi struktural telah menjadi strategi manajemen sumber daya manusia yang semakin penting bagi institusi pendidikan tinggi yang mengalami transformasi organisasi. Namun, bukti empiris yang menjelaskan bagaimana perubahan posisi struktural secara simultan memengaruhi kinerja karyawan, komitmen organisasi, dan efektivitas organisasi masih terbatas, khususnya dalam institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung Perubahan Posisi Struktural (SPC) terhadap Efektivitas Organisasi melalui Kinerja Karyawan dan Komitmen Organisasi. Desain kuantitatif cross-sectional digunakan dengan data survei yang dikumpulkan dari 185 staf akademik dan non-akademik di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Model yang diajukan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perubahan Posisi Struktural secara signifikan meningkatkan Kinerja Karyawan (β = 0.412, p < 0.001), Komitmen Organisasi (β = 0.367, p < 0.001), dan Efektivitas Organisasi (β = 0.389, p < 0.001). Selanjutnya, Kinerja Karyawan dan Komitmen Organisasi secara parsial memediasi hubungan antara Perubahan Posisi Struktural dan Efektivitas Organisasi. Studi ini berkontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia dengan mengusulkan model mediasi terintegrasi yang menggabungkan mekanisme perilaku dan sikap untuk menjelaskan bagaimana perubahan struktural meningkatkan efektivitas organisasi dalam institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Temuan ini juga memiliki implikasi praktis bagi pemimpin universitas yang ingin merancang strategi transformasi struktural berbasis kompetensi untuk meningkatkan kinerja institusional dan memperkuat komitmen karyawan.

Penelitian ini memberikan dukungan empiris bahwa perubahan posisi struktural secara positif memengaruhi kinerja karyawan, komitmen organisasi, dan efektivitas organisasi di Universitas Muhammadiyah Tangerang.Kinerja karyawan dan komitmen organisasi terbukti berperan sebagai mediator signifikan, menunjukkan bahwa keberhasilan perubahan struktural tidak hanya bergantung pada efisiensi struktural tetapi juga pada respons perilaku dan psikologis karyawan.Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa transformasi struktural yang efektif memerlukan penyelarasan antara desain organisasi dan kapabilitas sumber daya manusia untuk mencapai peningkatan berkelanjutan dalam efektivitas organisasi.

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita mengenai dampak perubahan posisi struktural dalam organisasi. Pertama, sangat disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang tidak hanya melacak dampak perubahan posisi struktural dari waktu ke waktu, tetapi juga secara spesifik mengamati bagaimana berbagai tahapan implementasi perubahan dan strategi manajemen transisi yang berbeda memengaruhi kinerja karyawan dan komitmen organisasi. Ini akan memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam mengelola fase-fase kritis perubahan dan memahami dinamika respons karyawan seiring berjalannya waktu, misalnya, dengan membandingkan institusi yang menerapkan pendekatan komunikasi terbuka versus yang kurang transparan. Kedua, akan sangat bermanfaat untuk meneliti lebih dalam mengenai peran moderator atau variabel kontekstual seperti budaya organisasi dan gaya kepemimpinan. Daripada hanya melihat keberadaan variabel ini, studi berikutnya bisa menyelidiki jenis budaya organisasi (misalnya, yang mendukung inovasi atau kolaborasi) atau gaya kepemimpinan (seperti kepemimpinan transformasional yang adaptif) yang paling efektif dalam memaksimalkan efek positif dari perubahan struktural, terutama di lingkungan pendidikan tinggi yang memiliki karakteristik unik. Penelitian ini dapat membantu organisasi dalam mengembangkan kerangka kepemimpinan dan budaya yang kondusif bagi keberhasilan transformasi. Ketiga, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif karyawan. Melalui wawancara mendalam atau fokus grup, peneliti bisa menggali persepsi karyawan mengenai keadilan, transparansi, dan dukungan yang mereka terima selama perubahan struktural, serta bagaimana pengalaman emosional ini memengaruhi adaptasi mereka dan dampaknya terhadap kinerja dan komitmen. Pendekatan ini akan memberikan wawasan mendalam tentang mengapa dan bagaimana karyawan merespons perubahan, melengkapi temuan kuantitatif yang ada.

  1. HRMARS - The Impact of Technology on Student Academic Achievement in Malaysia During COVID-19 Pandemic.... doi.org/10.6007/ijarped/v12-i3/17590HRMARS The Impact of Technology on Student Academic Achievement in Malaysia During COVID 19 Pandemic doi 10 6007 ijarped v12 i3 17590
  2. Mediating Effect of Creative Self-Efficacy in the Relationship between Knowledge Sharing and Perceived... risetpress.com/index.php/ijmars/article/view/1661Mediating Effect of Creative Self Efficacy in the Relationship between Knowledge Sharing and Perceived risetpress index php ijmars article view 1661
  3. Peran Earnings Management Memediasi Ukuran Wajah Maskulinitas CEO Pria terhadap Performance | PERFORMANCE:... ejournalwiraraja.com/index.php/FEB/article/view/2893Peran Earnings Management Memediasi Ukuran Wajah Maskulinitas CEO Pria terhadap Performance PERFORMANCE ejournalwiraraja index php FEB article view 2893
  4. The Impact of Structural Position Changes on Employee Performance and Organizational Effectiveness |... ejournal.publine.or.id/index.php/ecoma/article/view/512The Impact of Structural Position Changes on Employee Performance and Organizational Effectiveness ejournal publine index php ecoma article view 512
Read online
File size1.04 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test