LOCUSMEDIALOCUSMEDIA

Locus: Jurnal Konsep Ilmu HukumLocus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum

Penelitian ini mengkaji . Dengan pendekatan mix method (kuantitatif dan kualitatif) dan FGD dengan 10 peserta dari 5 universitas di Medan, ditemukan bahwa minat politik Gen Z cukup tinggi meskipun keterlibatan aktif masih perlu ditingkatkan. Media sosial berperan utama dalam membentuk pandangan politik mereka secara positif dan negatif, sehingga diperlukan ruang klarifikasi informasi dari KPU serta peningkatan literasi politik melalui kolaborasi antara KPU, lembaga pendidikan, dan media sosial.

Hasil riset menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki minat politik yang signifikan menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024, namun tingkat keterlibatan aktif masih perlu ditingkatkan.Media sosial memainkan peran utama dalam membentuk pandangan politik mereka, baik melalui akses informasi cepat maupun penyebaran hoaks.KPU perlu menyediakan ruang klarifikasi informasi agar Generasi Z dapat memverifikasi data pemilu secara akurat.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas portal klarifikasi informasi yang disarankan oleh KPU dengan membandingkan tingkat kepercayaan dan partisipasi pemilih Gen Z sebelum dan sesudah menggunakan portal tersebut. Metodologi eksperimental berbasis pre‑test dan post‑test dapat memberikan bukti yang lebih kuat tentang dampak nyata dari platform ini. Selanjutnya, studi tentang peran influencer media sosial dalam menyebarkan informasi politik dapat membantu memahami apakah konten yang dibuat oleh influencer lebih dipercaya dibandingkan konten resmi. Analisis konten dan survei persepsi dapat mengidentifikasi strategi pesan yang paling efektif untuk memengaruhi keputusan pemilih Gen Z. Kedua kerangka ini akan menambah pemahaman tentang mekanisme komunikasi virtual yang memengaruhi perilaku memilih. Selain itu, penelitian komparatif di wilayah lain di Indonesia dapat menilai bagaimana penggunaan media sosial berkorelasi dengan tingkat partisipasi pemilih di daerah dengan tingkat akses internet yang berbeda. Kajian ini dapat mengelompok beberapa faktor kontekstual, seperti usia, pendidikan, dan latar belakang ekonomi, yang memengaruhi keterlibatan politik. Hasilnya dapat digunakan untuk menyesuaikan kebijakan literasi politik dan strategi kampanye digital yang lebih relevan secara lokal. Dengan menggabungkan ketiga pendekatan, para pembuat kebijakan dapat merancang program literasi yang lebih terarah dan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Pengalaman praktis dari penelitian ini akan memberikan rekomendasi konkret bagi KPU dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan partisipasi politik generasi muda secara menyeluruh.

Read online
File size269.57 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test