STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN

TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan IslamTANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui moderasi beragama dalam surat Al-Baqarah. Kehidupan beragama di Indonesia belakangan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Semua akibat konflik sosial berlatar belakang agama yang terus bermunculan di tengah‑tengah masyarakat. Mulai dari kasus penodaan agama, perusakan rumah ibadah, ujaran kebencian, pendiskreditan suatu komunitas terhadap komunitas lain, terorisme, hingga bom bunuh diri. Fenomena ini mau tidak mau memperburuk sentimen keagamaan di Indonesia. Sentimen keagamaan yang tajam membuat bangsa terpecah belah berdasarkan agama dan kepercayaan, sehingga rasa kekeluargaan, persatuan, dan keharmonisan bangsa menjadi renggang. Kegagalan mendialogkan pemahaman agama dengan realitas sosial di Indonesia yang multikultural, plural, dan beragam menjadi akar konflik sosial yang berlatar belakang agama. Kegagalan dialog pemahaman dialami oleh kelompok garis keras yang tidak mau bertoleransi dan sulit berkompromi dengan paham agama lain yang berbeda.

Quraish Shihab dalam tafsirnya atas Surat Al‑Baqarah ayat 143 menegaskan bahwa umat Islam merupakan ummat wasathan yang berada pada posisi tengah, tidak ekstrem maupun radikal.Konsep pendidikan Islam selaras dengan prinsip moderasi beragama (wasathiyah) yang bersumber dari Al‑Quran dan Hadits, mencakup akidah, syariah, serta akhlak sebagai teladan.Oleh karena itu, pendidikan Islam harus menekankan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat serta menginternalisasi nilai‑nilai moderasi untuk memperkuat persatuan dan keberagaman bangsa.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi: (1) bagaimana penerapan nilai moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan Islam memengaruhi sikap toleransi siswa di sekolah menengah, dengan menguji perubahan persepsi melalui pendekatan kuantitatif longitudinal; (2) perbandingan interpretasi ayat 143 antara Quraish Shihab dan ulama kontemporer lainnya untuk mengidentifikasi variasi pemahaman moderasi, yang dapat dilakukan melalui analisis teks kritis dan wawancara mendalam; (3) pengembangan model pembelajaran berbasis nilai wasathiyah yang terintegrasi dalam mata pelajaran agama, kemudian mengukur dampaknya terhadap kohesi sosial masyarakat melalui studi kasus wilayah multikultural. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur tentang moderasi beragama, memberikan bukti empiris tentang efektivitas pendidikan moderasi, serta menawarkan pedoman praktis bagi pembuat kebijakan dalam mengintegrasikan nilai moderasi ke dalam sistem pendidikan nasional.

Read online
File size530.09 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test