UTUUTU

International Conference of Public HealthInternational Conference of Public Health

Prestasi belajar anak di sekolah dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya dengan membiasakan anak untuk makan sarapan. Dengan membiasakan anak sarapan, banyak hal positif yang akan diperoleh, salah satunya adalah meningkatkan konsentrasi dan prestasi anak di sekolah. Prestasi belajar anak yang sering sarapan akan cenderung lebih baik bila dibandingkan dengan anak yang jarang sarapan atau sama sekali tidak sarapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri Seumot, Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang termasuk dalam penelitian observasional dengan desain Cross Sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 6 di Sekolah Dasar Negeri Seumot, Kabupaten Nagan Raya, berjumlah 39 siswa. Sedangkan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 39 siswa. Sampel yang tepat adalah siswa kelas 6A: 20 siswa, kelas 6B: 19 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara sarapan dan konsentrasi belajar dengan p-Value = 1,00, konsentrasi belajar dengan p-Value = 1,00. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara sarapan dan prestasi belajar serta konsentrasi belajar, tidak ada hubungan antara konsentrasi belajar dan prestasi belajar. Saran dalam penelitian ini adalah sekolah dan guru diharapkan dapat memberikan pendidikan kepada siswa tentang pentingnya mengonsumsi sarapan yang bergizi sebelum memulai aktivitas di sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sarapan dan prestasi belajar.Hal ini dapat dilihat dari hasil p-value = 1,00 (p-value = ≥0,05).Dengan nilai RP 1,2 (≥1), terdapat faktor risiko antara sarapan dan prestasi belajar.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara konsentrasi belajar dan prestasi belajar.Hal ini disebabkan oleh nilai p-Value = 1,00 (p-Value = ≥0,05).Dengan nilai RP 2 (≥1), terdapat faktor risiko signifikan antara konsentrasi belajar dan prestasi belajar.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan fokus pada intervensi pendidikan gizi yang komprehensif bagi siswa dan keluarga mereka. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efektivitas program pendidikan gizi yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya sarapan sehat dan gizi seimbang. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan akses siswa terhadap makanan bergizi, seperti program sarapan sekolah atau kemitraan dengan organisasi lokal yang menyediakan makanan bergizi. Penelitian juga dapat menganalisis dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan gizi terhadap kebiasaan sarapan, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik siswa. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi-strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar siswa.

Read online
File size242.15 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test