UIN SGDUIN SGD

Journal of Contemporary Rituals and TraditionsJournal of Contemporary Rituals and Traditions

Latar Belakang: Televisi populer Nigeria semakin banyak melibatkan kosmologi adat Afrika sebagai kerangka naratif, namun analisis ilmiah tentang bagaimana sistem ini direpresentasikan dengan kesetiaan budaya masih terbatas. Produksi Nollywood (industri film Nigeria) yang berpusat pada kepercayaan tradisional Yoruba menawarkan lokasi yang produktif namun kurang teruji untuk menginterogasi persimpangan epistemologi adat dan praktik media pascakolonial. Tujuan: Penelitian ini mengkaji Aníkúlápó: Rise of the Spectre (2024), sebuah seri Netflix Nigeria, sebagai teks budaya yang melibatkan kosmologi Yoruba, ritual kematian, dan kewajiban spiritual. Penelitian ini menyelidiki bagaimana seri tersebut membangun tatanan metafisik, akuntabilitas moral, dan otoritas politik, serta apakah representasi ini mempertahankan atau hanya mengestetisasi kerangka kerja adat Afrika dalam produksi media pascakolonial. Metode: Studi ini mengadopsi desain kualitatif yang menggunakan analisis tekstual budaya di seluruh enam episode. Tiga strategi komplementer diterapkan. Analisis naratif melacak bagaimana elemen ritual membentuk motivasi karakter dan pengembangan plot. Analisis semiotik menguraikan fungsi simbolis objek-objek kunci termasuk jimat ritual, tuak, dan kauri. Kritik budaya mengevaluasi otentisitas representasional terhadap keilmuan etnografi Yoruba. Kerangka kerja ini didasarkan pada teori praktik ritual, liminalitas, pertukaran hadiah dan kewajiban timbal balik, serta kritik sinema Afrika pascakolonial. Hasil: Seri ini secara efektif memvisualisasikan kepercayaan Yoruba tentang perjalanan jiwa setelah kematian, beban moral dari campur tangan dengan kematian yang diatur secara ilahi, dan sifat mengikat dari kewajiban spiritual antara yang hidup dan yang mati. Protagonis berfungsi sebagai psikopomp, sosok yang membimbing jiwa antar alam, yang keberadaan ambang batasnya yang belum terselesaikan mendorong konflik sentral. Namun, seri ini gagal mempertahankan logika kosmologisnya karena utang spiritual ditunda tanpa konsekuensi, objek sakral direduksi menjadi alat plot, dan struktur patriarkal yang membatasi karakter perempuan digambarkan tanpa interogasi kritis. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa representasi agama tradisional Afrika dalam media populer memerlukan keterlibatan berkelanjutan dengan kerangka filosofis yang mendasari praktik ritual, bukan hanya tontonan visual. Koherensi kosmologis dan kedalaman kritis terbukti menjadi pendamping esensial bagi ambisi estetika agar produksi semacam itu dapat berfungsi sebagai wahana transmisi budaya yang bermakna. Kontribusi: Studi ini memberikan analisis tematik sistematis pertama dari seri ini sebagai enactment ritual dan teks media pascakolonial. Ini memajukan keilmuan tentang kosmologi Afrika dalam media populer, pertunjukan ritual adat, dan peran Nollywood yang berkembang dalam pelestarian budaya, menawarkan model analitis yang dapat direplikasi untuk memeriksa representasi ritual dalam media layar Afrika.

Rise of the Spectre berhasil menggambarkan kosmologi Yoruba, khususnya konsep kematian sebagai transisi dan otoritas ritual, menjadikannya medium transmisi budaya yang signifikan.Namun, seri ini tidak konsisten mempertahankan logika kosmologis yang diangkatnya, terlihat dari penyelesaian naratif yang ambigu atas kewajiban spiritual dan kurangnya pengembangan struktural agensi spiritual perempuan.Hal ini menunjukkan bahwa seri tersebut berfungsi ganda sebagai representasi budaya yang bermakna sekaligus tontonan visual populer yang, karena tuntutan naratif serial, kadang mengurangi kedalaman epistemologis sistem ritual yang digambarkannya.

Untuk memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi kosmologi tradisional dalam media modern, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana studio produksi media streaming dapat berkolaborasi secara lebih mendalam dengan pakar budaya, khususnya perempuan cendekiawan dan praktisi ritual Yoruba, untuk memastikan bahwa penggambaran otoritas spiritual perempuan tidak hanya terlihat tetapi juga terhubung secara struktural dengan kerangka kerja adat yang kuat. Hal ini akan membantu mengatasi kecenderungan untuk hanya menampilkan kekuatan perempuan sebagai anomali, bukan sebagai bagian integral dari sistem kepercayaan. Kedua, diperlukan studi etnografi yang mendalam tentang proses produksi film dan seri streaming, melibatkan wawancara dengan para pembuat film, penulis skenario, dan tim penasihat budaya. Penelitian ini dapat mengungkap bagaimana batasan waktu, tekanan platform, dan keputusan kreatif selama produksi memengaruhi konsistensi kosmologis dan kedalaman epistemologis dari narasi yang mengadaptasi sistem pengetahuan adat. Misalnya, apakah tekanan untuk menghibur penonton global kadang membuat kedalaman filosofis dikorbankan demi daya tarik visual? Ketiga, penting untuk menganalisis bagaimana umpan balik dan penerimaan dari audiens target, terutama komunitas Yoruba dan praktisi budaya, dapat menjadi bagian integral dari siklus pengembangan media. Dengan memahami bagaimana representasi ini ditafsirkan, diterima, atau bahkan ditentang oleh mereka yang memiliki pengetahuan budaya langsung, kita dapat merancang mekanisme yang mendorong akuntabilitas budaya yang lebih tinggi dan perbaikan naratif yang berkelanjutan, menciptakan jembatan antara hiburan populer dan transmisi warisan budaya yang bertanggung jawab.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/aca0000295APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 aca0000295
  2. Sexual and Gender Identity in Indigenous Law: Exploring the Concept of Complementarity and Balance in... opo.iisj.net/index.php/osls/article/view/2348Sexual and Gender Identity in Indigenous Law Exploring the Concept of Complementarity and Balance in opo iisj index php osls article view 2348
  3. Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Aníkúlápó:... doi.org/10.15575/jcrt.3148Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy doi 10 15575 jcrt 3148
Read online
File size747.34 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test