UADUAD

Jurnal InformatikaJurnal Informatika

Rumah kampung merupakan contoh bangunan tradisional yang saat ini digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat. Kehidupan rumah kampung masih melindungi dan memelihara adat istiadat leluhur, termasuk dalam bentuk arsitektur rumah. Dalam proses pembangunan rumah kampung, terdapat satu aspek yang digunakan, yaitu suasana lingkungan yang sesuai. Bangunan harus menjaga keindahan lingkungan. Pentingnya memperhatikan lingkungan atmosfer adalah agar karakteristik bangunan tradisional ini tidak hilang, terutama dalam lingkungan atmosfer sebagai bukti sejarah. Dengan demikian, untuk mengembangkan bangunan rumah kampung, terdapat kurangnya informasi terkait bangunan tradisional itu sendiri, seperti kondisi lingkungan masa lalu di sekitar bangunan tradisional, kondisi jalan di sekitar bangunan, keindahan dan jarak antar bangunan, serta model bangunan di sekitar rumah konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan dokumentasi pengetahuan terkait lingkungan atmosfer untuk bangunan tradisional yang masih mempertahankan atau memberikan suasana seperti zaman dahulu. Penelitian ini akan dilakukan menggunakan algoritma Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Metode penelitian adalah studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Observasi dan dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data berupa 300 foto Kampung Rumah di Borobudur; dari data 300 foto tersebut, 9 (sembilan) data dikumpulkan. Pengujian sistem menggunakan System Usability Scale (SUS), Black-box, dan Expert Judgment. Hasil penelitian ini adalah sistem untuk menentukan kesesuaian suasana lingkungan rumah kampung di Borobudur menggunakan algoritma PROMETHEE. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menentukan lingkungan rumah kampung di Borobudur dengan menampilkan hasil akhir berupa peringkat (outranking) dan nilai uji sistem sebesar 85%.

Penelitian ini telah berhasil mengembangkan Sistem Penentuan Kesesuaian Suasana Lingkungan untuk Rumah Kampung di Borobudur menggunakan Metode PROMETHEE.Pengujian sistem dilakukan melalui SUS, Black-box, dan Expert Judgment, menunjukkan tingkat akurasi 89% berdasarkan kuesioner SUS dan validasi melalui metode lainnya.Secara keseluruhan, sistem ini terbukti berhasil dalam menentukan kesesuaian suasana lingkungan sesuai harapan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model sistem pendukung keputusan yang lebih komprehensif untuk penilaian suasana lingkungan bangunan tradisional. Saat ini, sistem berhasil menentukan kesesuaian berdasarkan kriteria fisik tertentu di Borobudur. Namun, akan sangat bermanfaat untuk memperluas cakupan kriteria dengan mengintegrasikan faktor-faktor sosio-kultural dan ekonomi, seperti tingkat keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian, keberlanjutan tradisi lokal dalam menjaga keaslian suasana, atau potensi dampak ekonomi dari pemeliharaan lingkungan tradisional tersebut. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan holistik tentang arti kesesuaian dari sudut pandang komunitas dan keberlanjutan jangka panjang. Selain itu, mengingat studi ini terfokus pada Borobudur, penelitian selanjutnya dapat menerapkan metodologi serupa ke berbagai kawasan bangunan tradisional di Indonesia dengan latar belakang budaya dan arsitektur yang berbeda. Sebuah studi komparatif antar wilayah dapat mengidentifikasi kriteria universal dan spesifik regional yang memengaruhi kesesuaian suasana lingkungan, sehingga rekomendasi pelestarian dapat lebih kontekstual dan adaptif. Terakhir, meskipun sistem saat ini mampu meranking kesesuaian, potensi besar terletak pada pengembangan sistem yang tidak hanya menilai tetapi juga memberikan rekomendasi konkret. Misalnya, bagaimana jika sistem dapat menghasilkan panduan desain atau strategi konservasi yang spesifik untuk bangunan yang dianggap kurang sesuai, menawarkan solusi tentang pemilihan material, penataan lanskap, atau elemen arsitektur agar dapat mengembalikan atau mempertahankan suasana tradisional yang diinginkan? Hal ini akan mengubah sistem menjadi alat yang lebih preskriptif dan praktis bagi arsitek, perencana kota, dan masyarakat lokal dalam pengelolaan warisan budaya.

  1. Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Social Learning Network dengan Metode AHP dan Promethee | Apriansyah... ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/swabumi/article/view/11629Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Social Learning Network dengan Metode AHP dan Promethee Apriansyah ejournal bsi ac ejurnal index php swabumi article view 11629
  2. Pendampingan Konservasi Arsitektur Tradisional Melalui Pengembangan Desa Wisata | JPPM (Jurnal Pengabdian... jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/JPPM/article/view/7319Pendampingan Konservasi Arsitektur Tradisional Melalui Pengembangan Desa Wisata JPPM Jurnal Pengabdian jurnalnasional ump ac index php JPPM article view 7319
  3. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kualitas Getah Hevea brasiliensis (Karet) Terbaik pada PT Timbang... doi.org/10.54082/jiki.22Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kualitas Getah Hevea brasiliensis Karet Terbaik pada PT Timbang doi 10 54082 jiki 22
  4. Sistem Pendukung Keputusan Online untuk Menentukan Kelayakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Menggunakan... jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/SAINTEKS/article/view/10563Sistem Pendukung Keputusan Online untuk Menentukan Kelayakan Tenaga Kerja Indonesia TKI Menggunakan jurnalnasional ump ac index php SAINTEKS article view 10563
Read online
File size584.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test