BUMIGORABUMIGORA
Humanitatis : Journal of Language and LiteratureHumanitatis : Journal of Language and LiteratureKebutuhan belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing meningkat seiring dengan keterhubungan dunia saat ini, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa universal dalam akademis, bisnis, hiburan, dan budaya. Hal ini telah meningkatkan minat dalam pendekatan otomatis untuk mengevaluasi kompetensi bahasa lisan. Dalam hal ini, belajar tata bahasa adalah salah satu komponen terpenting dari kompetensi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan tata bahasa dalam berbicara yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Bumigora tahun kedua yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dalam kursus Speaking 3. Metode penelitian melibatkan desain penelitian kualitatif dengan menggunakan taksonomi strategi permukaan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan data yang dikumpulkan dari 20 mahasiswa sastra Inggris. Kesalahan dikategorikan menjadi penghilangan, penambahan, pengacakan, dan pemilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang diidentifikasi termasuk kata benda jamak dan tunggal, kesesuaian subjek-predikat, urutan kata bagian-bagian bicara, penggunaan kata kerja teratur dan tidak teratur, dan urutan kata. Data diperoleh melalui dua siklus; pada siklus pertama, peserta menerima umpan balik tentang kesalahan mereka, dan pemahaman mereka tentang kesalahan juga dipertimbangkan pada siklus kedua. Analisis data pada kedua siklus mengungkapkan bahwa terdapat kesalahan signifikan dalam penggunaan kata ganti tunggal dan jamak di atas 20%; kesesuaian subjek-predikat memiliki persentase kesalahan yang meningkat (4,16%) setelah diberikan umpan balik pada siklus pertama; bagian bicara memiliki kesalahan yang signifikan lebih rendah (8,03% dan 1,09%); penggunaan artikel serupa dengan kesalahan kesesuaian subjek-predikat, ada peningkatan persentase kesalahan yang sedikit (1,8% dan 0,20%). Sehingga, data mengungkapkan bahwa pembelajar sangat dipengaruhi oleh baik campur tangan bahasa pertama mereka maupun tantangan bawaan dalam mempelajari bahasa kedua. Oleh karena itu, kesalahan dalam artikulasi lisan masih ada, meskipun pembelajar mampu memahami tata bahasa dalam teks tertulis. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pendidik dapat menyesuaikan pendekatan pengajaran mereka untuk lebih memenuhi kebutuhan pembicara Sasak yang belajar bahasa Inggris, pada akhirnya memfasilitasi proses akuisisi bahasa yang lebih efektif.
Analisis menunjukkan bahwa kesalahan tata bahasa yang dibuat oleh pembelajar Sasak sangat dipengaruhi oleh campur tangan bahasa pertama mereka dan tantangan bawaan dalam mempelajari bahasa kedua.Persistensi kesalahan, terutama dalam kategori penghilangan dan penambahan, menunjukkan kompleksitas pembicara Sasak dalam menyesuaikan diri dengan struktur tata bahasa Inggris yang berbeda dari bahasa ibu mereka.Peningkatan kesalahan tertentu dari siklus 1 ke siklus 2, seperti kesesuaian subjek-predikat dan penghilangan atau penambahan artikel, menekankan kebutuhan akan strategi instruksional yang ditargetkan.Hal ini harus fokus pada area kesulitan yang signifikan, yang tampaknya dipengaruhi oleh transfer struktur linguistik dari Sasak ke bahasa Inggris, dan upaya pembelajar untuk menggeneralisasi aturan bahasa Inggris berdasarkan pemahaman bahasa pertama mereka.Selain itu, kesalahan yang relatif stabil atau sedikit meningkat dalam kategori lainnya menunjukkan bahwa dengan umpan balik dan metode pengajaran yang tepat, pembelajar dapat menyesuaikan dan meningkatkan ketepatan tata bahasa Inggris mereka.Hal ini implikasinya bahwa baik pengaruh bahasa pertama maupun proses pembelajaran berkontribusi terhadap kesalahan, dengan campur tangan bahasa pertama sebagai faktor yang signifikan, tetapi tidak tak tertahankan.Dengan mengenali pola kesalahan dan asal usul potensialnya, pendidik dapat menyesuaikan pendekatan pengajaran mereka untuk lebih memenuhi kebutuhan pembicara Sasak yang belajar bahasa Inggris, pada akhirnya memfasilitasi proses akuisisi bahasa yang lebih efektif.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki strategi pengajaran yang efektif dalam mengatasi kesalahan tata bahasa yang umum terjadi pada pembelajar Sasak. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode pengajaran yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan spesifik pembelajar Sasak, dengan mempertimbangkan pengaruh bahasa pertama mereka. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran umpan balik dalam mengurangi kesalahan tata bahasa. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana umpan balik yang diberikan oleh guru atau rekan sebaya dapat membantu pembelajar Sasak dalam memperbaiki kesalahan mereka dan meningkatkan ketepatan tata bahasa. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh lingkungan pembelajaran dan paparan bahasa Inggris pada kesalahan tata bahasa. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana konteks pembelajaran dan paparan bahasa Inggris yang berbeda dapat mempengaruhi perkembangan tata bahasa pembelajar Sasak.
- Analysis of Omission and Addition Errors Found in the Students’ English Texts | Journal... doi.org/10.31316/eltics.v5i1.526Analysis of Omission and Addition Errors Found in the StudentsyCE English Texts Journal doi 10 31316 eltics v5i1 526
- The English Grammatical Speaking Errors of Sasakness Learners: A Case Study at English Literature Students... doi.org/10.30812/humanitatis.v10i2.3535The English Grammatical Speaking Errors of Sasakness Learners A Case Study at English Literature Students doi 10 30812 humanitatis v10i2 3535
- 0. pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs du8 f0 vu yz8 2f nv... doi.org/10.4304/tpls.2.8.1583-15890 pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs du8 f0 vu yz8 2f nv doi 10 4304 tpls 2 8 1583 1589
- Practicing Error Analysis Techniques to Enhance Academic Essay Writing Skills | Journal of Development... jdss.org.pk/article/practicing-error-analysis-techniques-to-enhance-academic-essay-writing-skillsPracticing Error Analysis Techniques to Enhance Academic Essay Writing Skills Journal of Development jdss pk article practicing error analysis techniques to enhance academic essay writing skills
| File size | 288.75 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL UIM MAKASSARJOURNAL UIM MAKASSAR Terdapat penghilangan 5, kesalahan informasi 3, dan kesalahan penyusunan 6. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua orang terutamaTerdapat penghilangan 5, kesalahan informasi 3, dan kesalahan penyusunan 6. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua orang terutama
UADUAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris memanfaatkan semua strategi belajar: strategi metakognitif, memori, kognitif,Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris memanfaatkan semua strategi belajar: strategi metakognitif, memori, kognitif,
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, melibatkan dosen dan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai subjek penelitian.Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, melibatkan dosen dan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai subjek penelitian.
UMNUUMNU Beberapa hasil yang dapat diharapkan setelah menyelesaikan pelatihan bahasa Inggris dasar antara lain guna peningkatan pemahaman kosakata dasar, pesertaBeberapa hasil yang dapat diharapkan setelah menyelesaikan pelatihan bahasa Inggris dasar antara lain guna peningkatan pemahaman kosakata dasar, peserta
BALELITERASIBALELITERASI Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang disesuaikan dan inovatif dalam membina kemahiran menulis pembelajar dan membekali mereka untukPenelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang disesuaikan dan inovatif dalam membina kemahiran menulis pembelajar dan membekali mereka untuk
CAHAYA ICCAHAYA IC Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan dan tanda baca, seperti penggunaan tanda hubung, singkatan, serta titik dan garis miring yang tidakHasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan dan tanda baca, seperti penggunaan tanda hubung, singkatan, serta titik dan garis miring yang tidak
OJSOJS Penggunaan alat pemeriksa tata bahasa dapat membantu memastikan penggunaan objek langsung yang benar. Objek langsung merupakan elemen penting dalam strukturPenggunaan alat pemeriksa tata bahasa dapat membantu memastikan penggunaan objek langsung yang benar. Objek langsung merupakan elemen penting dalam struktur
UNMUNM Peran psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa sangat penting karena membantu guru memahami proses yang terjadi dalam diri siswa ketika mereka menyimak,Peran psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa sangat penting karena membantu guru memahami proses yang terjadi dalam diri siswa ketika mereka menyimak,
Useful /
LOCUSMEDIALOCUSMEDIA Penelitian ini mengkaji. Dengan pendekatan mix method (kuantitatif dan kualitatif) dan FGD dengan 10 peserta dari 5 universitas di Medan, ditemukan bahwaPenelitian ini mengkaji. Dengan pendekatan mix method (kuantitatif dan kualitatif) dan FGD dengan 10 peserta dari 5 universitas di Medan, ditemukan bahwa
OJSOJS Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara,Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara,
OJSOJS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada soal essay penilaian akhir semester mengenai materi persamaanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada soal essay penilaian akhir semester mengenai materi persamaan
BUMIGORABUMIGORA Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, dengan peng induced data melalui pengamatan. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif,Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, dengan peng induced data melalui pengamatan. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif,