UBUB

Jurnal Transformative: Ilmu PemerintahanJurnal Transformative: Ilmu Pemerintahan

Taiwan adalah bangsa dengan beragam agama dan agama memiliki pengaruh dalam masyarakat. Studi ini menunjukkan bahwa agama memainkan peran yang penting di Taiwan. Penelitian ini menggunakan metode statistik Multiple Correspondence Analysis (MCA) untuk menganalisis hubungan antara agama, hubungan interpersonal, moralitas, dan perilaku politik dalam masyarakat Taiwan. Hampir sebagian besar organisasi keagamaan memiliki doktrinnya sendiri. Apakah agama menyatukan atau memecah belah masyarakat Taiwan? Agama penting di Taiwan, tetapi tidak berperan dalam memecah belah masyarakat. Namun, pada isu pernikahan sesama jenis, beberapa partai politik masih memperjuangkan hak-hak LGBT. Di sisi lain, untuk mendapatkan suara dari kelompok beragama, ada ajakan penghapusan undang-undang pernikahan sesama jenis. Homoseksual masih menjadi isu yang kontroversial.

Penelitian menunjukkan hubungan antara religiusitas, partisipasi politik, dan nilai moral di masyarakat Taiwan.Hasilnya menunjukkan bahwa warga yang beragama cenderung berpartisipasi aktif dalam pemilu dan memiliki pandangan moral konservatif, namun tidak mempengaruhi toleransi antaragama secara signifikan.Karena keterbatasan data cross-sectional, penelitian tidak dapat menyimpulkan hubungan sebab–akibat, sehingga perlu studi lanjutan longitudinal.

Melakukan survei longitudinal pada responden yang sama selama beberapa tahun dapat mengungkap apakah perubahan tingkat religiusitas mempengaruhi partisipasi politik, pandangan moral, dan sikap toleransi. Membandingkan hasil studi ini dengan masyarakat di negara tetangga seperti Hong Kong, Korea Selatan, dan Indonesia akan membantu memahami perbedaan dan persamaan pola hubungan agama‑politik‑moral pada konteks Asia Timur dan Tenggara. Menyelenggarakan wawancara mendalam dengan tokoh agama, politisi, dan aktivis hak asasi manusia dapat menggali mekanisme pengaruh ajaran agama terhadap kebijakan hak LGBT dan isu sosial lainnya. Mendesain kuisioner tambahan yang mencakup dimensi kebahagiaan dan kesejahteraan subjektif dapat mengevaluasi dampak jangka panjang religiusitas terhadap kualitas hidup responden. Menggunakan metode analisis multivariat lanjutan seperti model struktural dapat memperkirakan hubungan sebab‑akibat antara variabel religiusitas, politik, dan moral. Menyusun modul edukasi mengenai toleransi antaragama di sekolah dapat dievaluasi melalui eksperimen pendidikan untuk menilai efektivitasnya dalam mengurangi intoleransi. Menyelidiki peran media sosial dalam menyebarkan nilai-nilai religius dan politik dapat menambah perspektif tentang komunikasi dan pengaruh sosial. Melakukan studi etnografi di komunitas agama tertentu dapat memberikan gambaran kontekstual tentang praktik keagamaan dan partisipasi politik di lapangan. Membandingkan data survey nasional dengan data observasional di lapangan dapat memperkuat validitas temuan penelitian. Menyusun kebijakan publik berbasis bukti dari hasil penelitian dapat membantu pemerintah memahami kontribusi agama terhadap stabilitas politik dan sosial.

  1. The Image of the Relationship between Religious Beliefs, Political Behaviors, and Morality in a Modern... transformative.ub.ac.id/index.php/jtr/article/view/274The Image of the Relationship between Religious Beliefs Political Behaviors and Morality in a Modern transformative ub ac index php jtr article view 274
Read online
File size566.12 KB
Pages30
DMCAReport

Related /

ads-block-test