ISI DPSISI DPS

PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan SeniPENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni

Penelitian ini membahas . Kendang krumpungan gaya Peliatan merupakan salah satu kesenian klasik yang memiliki ciri khas atau karakteristik. Rumusan masalah dalam penelitian mengenai karakteristik permainan kendang krumpungan gaya Peliatan, proses dan hasil pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat selama proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik kendang krumpungan gaya Peliatan, untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan, serta untuk mengatahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan penelitian yang dilakukan yaitu menentukan rancangan penelitian, lokasi penelitian, instrumen penelitian, serta jenis dan sumber data. Selanjutnya pada teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data disajikan dengan teknik analisis data kualitatif dan hasil analisis data disajikan dalam bentuk naratif berupa skripsi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kendang krumpungan gaya Peliatan memiliki karakteristik yang dapat dikaji melalui bentuk permainan, cara kerja pola permainan, dan sifat permainannya. Proses pembelajaran pada teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Adapun 4 tahapan pembelajarannya yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan hasil (performance). Faktor pendukung dan penghambat berasal dari dari faktor internal dan faktor eksternal peserta didik dan lingkungan.

Permainan kendang krumpungan gaya Peliatan merupakan kesenian karawitan yang memiliki karakteristik unik, seperti spontanitas, improvisasi, dan fleksibilitas, yang dapat dikaji melalui bentuk dan cara kerja permainannya.Proses pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw, yang meliputi tahapan persiapan, penyampaian, latihan, dan penampilan, dan terbukti berhasil meningkatkan pemahaman serta kemampuan peserta didik.Keberhasilan pembelajaran ini didukung oleh faktor internal (bakat, minat, motivasi, percaya diri peserta didik) dan eksternal (peran guru, lingkungan sosial, sanggar), meskipun terdapat faktor penghambat seperti perbedaan karakteristik individu peserta didik, kesulitan mencerna materi kompleks, dan kendala waktu serta cuaca.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek krusial untuk pengembangan dan pelestarian seni kendang krumpungan gaya Peliatan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi longitudinal yang meneliti dampak jangka panjang dari model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap retensi keterampilan, pengembangan kreativitas, serta kemampuan improvisasi tingkat lanjut pada peserta didik. Apakah model ini mampu membentuk seniman yang tidak hanya menguasai teknik dasar, tetapi juga memiliki kepekaan spontanitas dan fleksibilitas yang menjadi esensi gaya Peliatan secara berkelanjutan? Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas model Jigsaw dengan metode pembelajaran tradisional atau model modern lainnya dalam pengajaran kendang krumpungan. Perbandingan ini bisa mengidentifikasi pendekatan pedagogis mana yang paling optimal untuk berbagai tingkatan kemampuan atau kelompok usia, sehingga dapat disesuaikan untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, baik dalam penguasaan teknik maupun pemahaman filosofis seni karawitan. Ketiga, mengingat tantangan aksesibilitas dan adaptasi di era modern, penelitian juga bisa diarahkan pada potensi integrasi teknologi digital atau pengembangan model pembelajaran campuran (blended learning) untuk teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan. Bagaimana platform daring atau aplikasi interaktif dapat dirancang dan diimplementasikan untuk mendukung pembelajaran, mengatasi kendala geografis, dan memperluas jangkauan pelestarian kesenian ini, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat luas yang tertarik mempelajari warisan budaya Bali ini?.

Read online
File size679.73 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test