ISI DPSISI DPS

PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan SeniPENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni

Media audio-visual adalah media yang mengandalkan indera pendengaran dan indera penglihatan, salah satu fungsi media audio-visual adalah sebagai alat bantu pembelajaran, yang ikut mempengaruhi situasi, kondisi dan lingkungan belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah diciptakan dan didesain oleh guru. Media video merupakan salah satu jenis media audio visual. Mata pelajaran seni budaya dalam bidang seni tari di SMA Negeri Satu Atap Lembongan belum menggunakan media pembelajaran audio-visual. Hal ini berdampak pada jalannya materi seni tari dan berpengaruh kepada peserta didik yang kurang memahami materi sehingga pembelajaran terjadi kurang efektif , dengan adanya video pembelajaran tari Sekar Cempaka peserta didik akan lebih mudah memahami isi dari video tersebut. Penelitian ini difokuskan pada proses pembuatan video pembelajaran tari Sekar Cempaka, proses validasi uji ahli, proses uji perorangan, dan uji kelompok kecil. Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan atau research and development. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa observasi, wawancara dan angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis dengan skor dan data kualitatif berupa komentar dan saran dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembuatan video, diawali dengan analisis materi tari Sekar Cempaka mencakup sejarah,sinopsis, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur, pola lantai, tata rias, tata busana dan tari Sekar Cempaka secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. Setelah video pembelajaran terbentuk, selanjutnya dilakukan validasi oleh uji ahli. Hasil penilaian uji ahli seni tari, ahli media, guru seni budaya terhadap video pembelajaran tari Sekar Cempaka, bahwa video pembelajaran sangat layak dan tidak perlu direvisi. Selanjutnya dilakukan uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil pada siswa kelas XI IPA dan IPS SMA Negeri Satu Atap Lembongan. Hasil uji coba menunjukan bahwa video pembelajaran tari Sekar Cempaka dalam kategori sangat layak.

Pengembangan video pembelajaran tari Sekar Cempaka diawali dengan asesmen kebutuhan, dilanjutkan dengan pembuatan storyboard dan flowchart, serta pengembangan materi video sesuai rancangan.Video tersebut kemudian divalidasi oleh ahli seni tari, ahli media pembelajaran, dan guru seni budaya, yang semuanya menyatakan kelayakan sangat tinggi dan tidak memerlukan revisi.Uji coba perorangan dan kelompok kecil terhadap siswa SMA Negeri Satu Atap Lembongan juga menegaskan bahwa produk video pembelajaran yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat layak.

Penelitian ini telah berhasil mengembangkan dan memvalidasi video pembelajaran tari Sekar Cempaka. Sebagai kelanjutan, studi di masa depan dapat difokuskan pada pengukuran efektivitas video ini dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara konkret. Penting untuk menyelidiki secara kuantitatif sejauh mana penggunaan video ini dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap ragam gerak, struktur, dan pola lantai tari Sekar Cempaka dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Apakah penggunaan media audio-visual ini mampu mempercepat penguasaan gerakan tari yang sesuai dengan pakem asli dan seberapa jauh hal tersebut berkontribusi pada peningkatan keterampilan praktis siswa? Selain itu, mengingat kekhawatiran tentang pelestarian pakem tarian, penelitian lebih lanjut bisa mengeksplorasi peran jangka panjang video pembelajaran dalam menjaga keaslian dan transmisi pengetahuan budaya. Studi dapat dirancang untuk melihat apakah siswa yang belajar menggunakan video ini memiliki retensi memori yang lebih baik atau apresiasi yang lebih mendalam terhadap nilai-nilai tradisional tarian tersebut dalam kurun waktu tertentu. Selanjutnya, untuk memperluas dampak inovasi ini, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana model pengembangan video pembelajaran tari Sekar Cempaka ini dapat diadaptasi dan diskalakan untuk jenis tarian daerah lain atau diterapkan pada jenjang pendidikan yang berbeda. Penelitian dapat menganalisis faktor-faktor apa saja yang perlu disesuaikan agar video pembelajaran serupa dapat efektif untuk tarian dengan karakteristik yang berbeda atau audiens siswa yang lebih luas, termasuk identifikasi tantangan implementasi di berbagai sekolah atau wilayah. Dengan demikian, kita dapat memahami tidak hanya kelayakan produk, tetapi juga dampak riil dan potensi pengembangan lebih lanjutnya dalam konteks pendidikan seni budaya di Indonesia.

Read online
File size475.2 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test