STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI

Jurnal Riset Media KeperawatanJurnal Riset Media Keperawatan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Penanganan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non-farmakologis, salah satunya dengan pemberian jus semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 01 Kelurahan Pasar Baru. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest pada satu kelompok tanpa kontrol, melibatkan 30 responden dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing satu kali pemberian jus per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus semangka dengan nilai p < 0,05. Rata-rata tekanan darah sistolik mengalami penurunan dari 146,63 mmHg menjadi 136,20 mmHg pada hari pertama, dan tren penurunan serupa terjadi hingga hari ketiga.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus semangka secara teratur selama tiga hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan pada penderita hipertensi di RW 01 Kelurahan Pasar Baru.Analisis statistik paired t-test menghasilkan nilai p < 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.Temuan ini memperkuat posisi jus semangka sebagai terapi non-farmakologis yang efektif untuk mengontrol hipertensi.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang konsumsi jus semangka dengan memperpanjang durasi intervensi hingga tiga bulan dan melibatkan kelompok kontrol untuk menilai perbedaan yang lebih jelas antara intervensi dan kondisi tanpa intervensi; selanjutnya, studi komparatif antar dosis jus semangka (misalnya 150 ml vs 300 ml per hari) dapat mengidentifikasi hubungan dosis-respons terhadap penurunan tekanan darah, sehingga membantu menentukan dosis optimal bagi pasien hipertensi; terakhir, penelitian multidisiplin yang menggabungkan analisis bioaktif dalam jus semangka (seperti L‑citrulline dan potassium) dengan pengukuran parameter kardiovaskular lain (seperti kadar nitric oxide dan fungsi endotel) dapat mengungkap mekanisme fisiologis yang mendasari efek antihipertensi, memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk penerapan klinis.

Read online
File size192 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test