STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Diabetes melitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi jika tidak diberikan pengobatan yang tepat. Masih tinggi kasus diabetes melitus, dimana terjadinya peningkatan kasus diabetes melitus dari tahun ketahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah 710 pasien diabetes melitus yang berkunjung di Puskesmas pada tahun 2023, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 10-29 Februari 2024. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariate regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan motivasi (p value 0,01), dan peran petugas (p value 0,03) terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Tidak ada hubungan umur (p value 0,82), jenis kelamin ( p value 0,88), pengetahuan ( p value 0,68) dan dukungan keluarga ( p value 0,15) terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Faktor yang paling dominan dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024 yaitu motivasi (pvalue 0,01) (odds ratio 3,07), artinya jika motivasi cukup cenderung 3.07 kali akan tidak patuh minum obat dibandingkan dengan motivasi baik. Kesimpulan ada hubungan motivasi dan peran petugas. Tidak ada hubungan umur, jenis, pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Diharapkan pihak Puskesmas terus menerus memberikan motivasi serta dukungan ke penderita diabetes melitus untuk patuh minum obat diabetes melitus serta meningkatkan peran serta pasien melalui program pengelolaan penyakit kronis (prolanis).

Kesimpulan ada hubungan motivasi dan peran petugas.Tidak ada hubungan umur, jenis, pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi kohort longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan representatif secara geografis untuk mengevaluasi perubahan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes tipe 2 selama periode satu hingga tiga tahun, serta mengidentifikasi faktor‑faktor dinamis yang memengaruhi kepatuhan. Kedua, dilakukan uji coba terkontrol (randomized controlled trial) yang menilai efektivitas program intervensi motivasi berbasis teknologi, seperti aplikasi pengingat minum obat dan pemberian pesan motivasi personal, dalam meningkatkan tingkat kepatuhan dibandingkan dengan standar pelayanan Puskesmas. Ketiga, dilakukan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali persepsi, hambatan, dan kebutuhan pasien serta keluarganya terkait dukungan sosial, pengetahuan kesehatan, dan peran petugas kesehatan, sehingga dapat merancang strategi edukasi dan pemberdayaan yang lebih tepat sasaran. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang determinan kepatuhan dan memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) yang lebih efektif.

Read online
File size169.58 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test