UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Tinea korporis atau kurap merupakan infeksi jamur superfisial pada kulit yang dapat menyerang manusia dari segala usia dan jenis kelamin. Hiperglikemia merupakan faktor risiko tinea korporis pada pasien diabetes (terutama diabetes melitus tipe 2), sehingga kontrol glikemik sangat berperan penting dalam pencegahan dan pengelolaan kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional pada 71 pasien diabetes melitus tipe 2 yang berkunjung di Rumah Sakit Graha Hermine Batam pada tahun 2021 yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data merupakan data sekunder yang berasal dari rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Fisher. Hasil: Rata-rata usia responden penelitian adalah pada kelompok 46-55 tahun dan berdasarkan jenis kelamin responden penelitian ini 52,1% berjenis kelamin laki-laki dan 47,9% perempuan. Sebanyak 57,7% responden mengalami hiperglikemia dan 7,0% mengalami tinea korporis. Tidak terdapat hubungan antara hiperglikemia dengan kejadian tinea korporis pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Graha Hermine Batam tahun 2021 (p=0,644).

Berdasarkan hasil penelitian ini, tidak adanya hubungan antara hiperglikemia dengan kejadian tinea korporis pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Graha Hermine Batam tahun 2021.Penelitian ini memberikan informasi mengenai karakteristik responden, distribusi kejadian hiperglikemia dan tinea korporis, serta hasil analisis hubungan antara kedua variabel tersebut.Meskipun tidak ditemukan hubungan yang signifikan, penelitian ini tetap penting untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi kulit pada pasien diabetes.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai rumah sakit untuk meningkatkan generalisasi hasil. Kedua, studi prospektif dapat dilakukan untuk mengamati perkembangan tinea korporis pada pasien diabetes dengan kontrol glikemik yang berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi peran hiperglikemia dalam perkembangan infeksi ini. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman pasien diabetes dengan tinea korporis, termasuk faktor-faktor sosial, budaya, dan perilaku yang mempengaruhi pencegahan dan pengobatan infeksi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara diabetes, hiperglikemia, dan infeksi kulit, serta membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif bagi pasien diabetes.

Read online
File size225.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test