STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat sebesar 34,1%, namun cukup disayangkan dari seluruh pasien hipertensi terdapat 32,3% masyarakat yang tidak rutin minum obat dan 13,3% yang tidak minum obat penurun tekanan darah. Padahal mengkonsumsi obat penurun tekanan darah secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif survey analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah 1788 lansia yang hipertensi berkunjung di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023, dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 95 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling., dihitung dengan menggunakan rumus slovin. Kriteria sampel yaitu bersedia menjadi responden dan tidak dalam keadaan sakit. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 07-24 Februari 2024. Pelaksanaan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan alat bantu kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik. Berdasarkan analisis bivariat diketahui ada hubungan jenis kelamin (p value 0,022) , motivasi (p value 0,031) dan peran petugas (p value 0,024). Faktor yang paling dominan dengan dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024, yaitu jenis kelamin (p value 0,00) (OR 45,2). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan jenis, motivasi dan peran petugas .

Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat sebesar 34,1%, namun cukup disayangkan dari seluruh pasien hipertensi terdapat 32,3% masyarakat yang tidak rutin minum obat dan 13,3% yang tidak minum obat penurun tekanan darah.Padahal mengkonsumsi obat penurun tekanan darah secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024.Desain penelitian ini adalah kuantitatif survey analitik dengan pendekatan crossectional.Populasi penelitian ini adalah 1788 lansia yang hipertensi berkunjung di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023, dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 95 responden.Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling.Kriteria sampel yaitu bersedia menjadi responden dan tidak dalam keadaan sakit.Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 07-24 Februari 2024.Pelaksanaan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan alat bantu kuisioner.Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik.Berdasarkan analisis bivariat diketahui ada hubungan jenis kelamin (p value 0,022) , motivasi (p value 0,031) dan peran petugas (p value 0,024).Faktor yang paling dominan dengan dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024, yaitu jenis kelamin (p value 0,00) (OR 45,2).Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan jenis, motivasi dan peran petugas.Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program motivasi berbasis komunitas yang dirancang khusus untuk lansia hipertensi, dengan mengukur perubahan tingkat kepatuhan obat selama enam bulan.Selain itu, studi intervensi teknologi informasi seperti pengingat digital melalui ponsel dapat dibandingkan dengan pendekatan konvensional untuk menilai peningkatan kepatuhan pada populasi serupa.Penelitian longitudinal yang melibatkan beberapa puskesmas di wilayah Ogan Ilir dapat menggali pengaruh pelatihan intensif bagi petugas kesehatan terhadap perubahan perilaku pasien selama setahun.Analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pasien dan tenaga medis dapat mengidentifikasi hambatan budaya atau persepsi yang belum terdeteksi dalam studi kuantitatif sebelumnya.Dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, penelitian selanjutnya dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah untuk meningkatkan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di wilayah pedesaan.Penelitian juga dapat menilai peran dukungan keluarga secara terstruktur, misalnya dengan melibatkan anggota keluarga dalam sesi edukasi bersama, untuk melihat apakah keterlibatan mereka meningkatkan kepatuhan pasien.Akhirnya, evaluasi biaya-efektivitas dari berbagai strategi intervensi akan memberikan gambaran nilai ekonomi yang penting bagi pembuat kebijakan kesehatan daerah.ANALYSIS OF ADHERENCE TO TAKING HYPERTENSION MEDICATION OGAN ILIR REGENCY IN 2024.Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat sebesar 34,1%, namun cukup disayangkan dari seluruh pasien hipertensi terdapat 32,3% masyarakat yang tidak rutin minum obat dan 13,3% yang tidak minum obat penurun tekanan darah.Padahal mengkonsumsi obat penurun tekanan darah secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024.Desain penelitian ini adalah kuantitatif survey analitik dengan pendekatan crossectional.Populasi penelitian ini adalah 1788 lansia yang hipertensi berkunjung di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023, dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 95 responden.Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling.Kriteria sampel yaitu bersedia menjadi responden dan tidak dalam keadaan sakit.Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 07-24 Februari 2024.Pelaksanaan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan alat bantu kuisioner.Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik.Berdasarkan analisis bivariat diketahui ada hubungan jenis kelamin (p value 0,022) , motivasi (p value 0,031) dan peran petugas (p value 0,024).Faktor yang paling dominan dengan dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024, yaitu jenis kelamin (p value 0,00) (OR 45,2).Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan jenis, motivasi dan peran petugas.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program motivasi berbasis komunitas yang dirancang khusus untuk lansia hipertensi, dengan mengukur perubahan tingkat kepatuhan obat selama enam bulan. Selain itu, studi intervensi teknologi informasi seperti pengingat digital melalui ponsel dapat dibandingkan dengan pendekatan konvensional untuk menilai peningkatan kepatuhan pada populasi serupa. Penelitian longitudinal yang melibatkan beberapa puskesmas di wilayah Ogan Ilir dapat menggali pengaruh pelatihan intensif bagi petugas kesehatan terhadap perubahan perilaku pasien selama setahun. Analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pasien dan tenaga medis dapat mengidentifikasi hambatan budaya atau persepsi yang belum terdeteksi dalam studi kuantitatif sebelumnya. Dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, penelitian selanjutnya dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah untuk meningkatkan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di wilayah pedesaan. Penelitian juga dapat menilai peran dukungan keluarga secara terstruktur, misalnya dengan melibatkan anggota keluarga dalam sesi edukasi bersama, untuk melihat apakah keterlibatan mereka meningkatkan kepatuhan pasien. Akhirnya, evaluasi biaya-efektivitas dari berbagai strategi intervensi akan memberikan gambaran nilai ekonomi yang penting bagi pembuat kebijakan kesehatan daerah.

Read online
File size215.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test