UNUKALTIMUNUKALTIM

Journal of Sustainable TransformationJournal of Sustainable Transformation

Bangunan pelindung pantai berupa pemecah gelombang lepas pantai telah dibangun di Pantai Manggar Baru oleh pemerintah setempat guna menanggulangi permasalahan erosi pantai yang terus terjadi. Namun, setelah pembangunan masih terdapat beberapa permasalahan yang belum teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pemecah gelombang yang telah dibangun serta memberikan rekomendasi perencanaan bangunan pelindung pantai alternatif yang lebih efektif. Penelitian dilakukan dengan cara mengevaluasi kinerja bangunan pemecah gelombang dan merencanakan desain alternatif bangunan pelindung pantai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur. Hasil evaluasi menunjukkan gelombang masih mampu masuk melewati struktur pemecah gelombang pada area pemecah gelombang yang berada dekat dengan muara sungai. Selain itu, aliran pada sungai yang berbelok menuju area di antara pantai dan pemecah gelombang dapat menyebabkan aliran masuk tanpa ada bangunan pelindung yang cukup untuk menahannya. Hal ini menunjukkan pemecah gelombang yang dibangun belum sepenuhnya efektif. Sebagai solusi, konsep perlindungan pantai yang diusulkan adalah menambah panjang dan tinggi struktur pemecah gelombang. Pemecah gelombang direncanakan berbentuk tumpukan batu (rubble structure) dengan spesifikasi: elevasi mercu 5,5 m LLWL, panjang 136 m, menggunakan lapis lindung utama berupa tetrapod dan batu pecah, serta lebar puncak 3,2 m.

Berdasarkan analisis dan perhitungan, didapatkan kesimpulan berikut ini.Berdasarkan hasil pengamatan langsung di belakang pemecah gelombang (2), (3), dan (4) (sisi selatan), tidak terlihat adanya gelombang yang masuk dan menuju rumah warga, sehingga bangunan tersebut sudah cukup efektif.Sedangkan, pada pemecah gelombang (1), gelombang masih bisa masuk melewati pemecah gelombang (1) sehingga pemecah gelombang (1) (sisi utara), Geotube dan tembok laut masih belum efektif.Berdasarkan hasil analisis penelitian, opsi yang direkomendasikan adalah penyempurnaan pemecah gelombang (1) dengan penambahan panjang dan tinggi agar pemecah gelombang dapat berfungsi sebagai kolam labuh.Spesifikasi bangunan pemecah gelombang sisi utara yang direncanakan adalah sebagai berikut.

Untuk meningkatkan efektivitas perlindungan pantai dari erosi, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang desain dan stabilitas struktur pemecah gelombang. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan model numerik yang akurat untuk memprediksi perilaku gelombang dan aliran di sekitar struktur pemecah gelombang. Selain itu, studi eksperimental di laboratorium dapat dilakukan untuk menguji kinerja berbagai desain pemecah gelombang, termasuk penggunaan tetrapod dan batu pecah sebagai lapis lindung. Dengan memahami dinamika gelombang dan aliran secara lebih mendalam, dapat dikembangkan strategi perlindungan pantai yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. EVALUASI PEMECAH GELOMBANG PANTAI MANGGAR BARU | Journal of Sustainable Transformation. evaluasi pemecah... doi.org/10.59310/jst.v3i02.55EVALUASI PEMECAH GELOMBANG PANTAI MANGGAR BARU Journal of Sustainable Transformation evaluasi pemecah doi 10 59310 jst v3i02 55
Read online
File size610.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test