STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Gangguan kejiwaan sering terjadi pada ibu hamil hingga pascapersalinan, namun sering tidak terdiagnosis dan tidak tertangani. Salah satu gangguan tersebut adalah depresi pascapersalinan. Hasil wawancara dengan tenaga kesehatan di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi menunjukkan bahwa asesmen psikologis pada pasien pascapersalinan belum pernah dilakukan. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan kegiatan sosialisasi dan implementasi kepada tenaga kesehatan mengenai pengisian Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS) dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai EPDS dan mencegah terjadinya depresi pascapersalinan pada ibu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan tentang cara melakukan asesmen penggunaan EPDS oleh tenaga kesehatan. Setelah dilakukan evaluasi, didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai penggunaan EPDS, dari nilai tertinggi 73 pada pretest menjadi 100 pada posttest. Sosialisasi mengenai EPDS berhasil meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di wilayah kerja RS TK II Udayana. Hal ini tentunya bermanfaat untuk mencegah komplikasi depresi lebih lanjut. Penilaian depresi pascapersalinan merupakan salah satu bentuk dukungan positif bagi tenaga kesehatan yang belum memahami cara melakukan penilaian depresi pascapersalinan. Setelah tenaga kesehatan mampu melakukan penilaian, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk profesionalisme tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan bagi ibu pascapersalinan.

Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang pengkajian depresi pada ibu post partum oleh tenaga kesehatan dan ketepatan pengisian EPDS.Kegiatan ini perlu dilaksanakan secara berkesinambungan mengingat depresi post partum merupakan kondisi yang dapat dilakukan deteksi sejak dini dan dilakukan pencegahan, sehingga komplikasi yang lebih buruk dapat dihindari.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak penerapan EPDS secara berkala terhadap tingkat keparahan depresi pascapersalinan. Selain itu, perlu diteliti faktor budaya atau lingkungan sosial yang memengaruhi efektivitas skrining depresi oleh tenaga kesehatan di daerah berbeda. Terakhir, pengembangan aplikasi digital berbasis EPDS bisa diusulkan untuk memfasilitasi pelatihan dan pemantauan rutin tenaga kesehatan dalam mendeteksi tanda-tanda awal depresi pascapersalinan secara mandiri. Tiga saran ini bertujuan untuk memperkuat sistem pendeteksian dini, mempertimbangkan konteks lokal, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu pascapersalinan secara berkelanjutan.

Read online
File size231.11 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test