PUBMEDIAPUBMEDIA

Manajemen Pelayanan KesehatanManajemen Pelayanan Kesehatan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hak mahasiswa atas informasi kesehatan, mengidentifikasi hambatan dalam akses informasi di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, serta merumuskan strategi penguatan tata kelola informasi kesehatan berbasis regulasi. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model one-group pre test–post test melibatkan 115 mahasiswa dari Program Studi Psikologi dan Gizi semester III dan V. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan mahasiswa dari nilai rata-rata pre test 64,64 menjadi 98,26 pada post test (p < 0,001). Evaluasi kegiatan memperlihatkan skor dominan 4 (puas) dan 5 (sangat puas) pada aspek materi, narasumber, media, dan manfaat. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan pemahaman hak mahasiswa atas informasi kesehatan. Penelitian merekomendasikan peningkatan transparansi, optimalisasi media informasi, serta penataan standar layanan kesehatan kampus untuk memperkuat perlindungan hak mahasiswa.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi hak mahasiswa dalam memperoleh informasi pelayanan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan literasi kesehatan mahasiswa secara signifikan.Peningkatan ini menegaskan bahwa akses terhadap informasi kesehatan bukan hanya aspek administratif, tetapi bagian dari pemenuhan hak mahasiswa yang berdampak langsung pada kemampuan mereka mengambil keputusan kesehatan yang tepat dan bertanggung jawab.Dalam konteks ini, Fakultas Psikologi dan Kesehatan memiliki peran strategis sebagai agen edukatif dan advokatif, baik melalui integrasi materi hak atas informasi kesehatan dalam kurikulum, layanan kemahasiswaan, maupun kegiatan pendukung akademik, sehingga tercipta lingkungan kampus yang sadar hak dan berorientasi pada kesehatan holistik.Berdasarkan temuan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji keberlanjutan dampak sosialisasi dalam jangka panjang serta mengeksplorasi metode sosialisasi yang lebih inovatif, seperti pemanfaatan media digital, peer educator, atau pendekatan berbasis komunitas mahasiswa.Secara praktis, institusi pendidikan tinggi direkomendasikan untuk menjadikan sosialisasi hak atas informasi kesehatan sebagai program rutin dan terstruktur, disertai kolaborasi dengan unit layanan kesehatan kampus.Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan, tetapi juga memperkuat budaya kampus yang menjunjung tinggi pemenuhan hak mahasiswa dan kualitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, mengkaji keberlanjutan dampak sosialisasi hak mahasiswa dalam memperoleh informasi kesehatan dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah peningkatan literasi kesehatan mahasiswa yang terjadi setelah sosialisasi dapat dipertahankan atau bahkan meningkat seiring waktu. Kedua, mengembangkan metode sosialisasi yang lebih inovatif, seperti memanfaatkan media digital atau melibatkan peer educator. Penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas metode-metode ini dalam meningkatkan literasi kesehatan mahasiswa dan pemahaman mereka tentang hak atas informasi kesehatan. Ketiga, meneliti dampak sosialisasi hak mahasiswa terhadap perilaku kesehatan mahasiswa secara keseluruhan. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah peningkatan literasi kesehatan yang terjadi setelah sosialisasi berdampak pada perilaku kesehatan mahasiswa, seperti peningkatan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, gaya hidup sehat, dan sebagainya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam upaya pemenuhan hak mahasiswa atas informasi kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan kampus.

Read online
File size355.17 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test