UKIMUKIM

PATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiPATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Penelitian ini mengkaji tentang fenomena penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh anak dan remaja di Jemaat GPM Wayame dalam konteks pendidikan iman Kristen. Kehadiran AI melalui aplikasi, seperti: ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno membuka peluang baru bagi pembelajaran kreatif, interaktif, dan kontekstual. Namun, AI juga membawa tantangan berupa risiko ketergantungan, berkurangnya kemampuan berpikir kritis, plagiarisme, serta dampak etis dan spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis teologi pendidikan, penelitian ini menggali pengalaman anak-remaja melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperkaya pendidikan Kristen bila ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung pembentukan iman, karakter, dan kreativitas, tetapi tidak boleh menggantikan peran interaksi manusia dalam gereja. Kajian ini menekankan perlunya perancangan penggunaan AI yang etis, edukatif, spiritual, dan komunitatif, agar gereja mampu menjadi pendamping generasi digital dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Anak dan remaja di Jemaat GPM Wayame tumbuh dalam ekosistem digital yang kompleks, di mana AI menjadi bagian integral dalam belajar, berkreasi, dan berinteraksi.Penggunaan AI menghadirkan peluang sekaligus risiko sosial dan kognitif.AI meningkatkan personalisasi pembelajaran, kreativitas, dan keterlibatan dalam pendidikan, tetapi penggunaan berlebihan berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis, menimbulkan bias, dan risiko pelanggaran privasi.AI dapat memperkaya pendidikan Kristen jika digunakan sebagai pelengkap pengajaran iman, mendukung pemahaman Alkitab, dan menanamkan nilai kasih, kejujuran, serta tanggung jawab.edukatif (mendukung pembelajaran), etis (tanggung jawab dan privasi), spiritual (tidak menggantikan pengalaman rohani), dan komunitas (memperkuat relasi sosial dalam jemaat).

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengembangan kerangka etika AI yang disesuaikan dengan konteks gereja, khususnya dalam menghadapi tantangan seperti bias algoritma dan privasi data. Selain itu, studi tentang dampak penggunaan AI terhadap perkembangan spiritual dan karakter anak remaja di jemaat lokal perlu dilakukan untuk memahami bagaimana teknologi ini memengaruhi identitas iman mereka. Terakhir, penelitian tentang model kolaborasi antara gereja, orang tua, dan komunitas dalam mengintegrasikan AI sebagai alat bantu pendidikan iman dapat menjadi arah baru untuk memastikan penggunaan teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Kristen.

Read online
File size809.37 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test