UKIMUKIM

PATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiPATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Penelitian ini mengkaji visi dan peran komunitas Muslim di Desa Wayame dalam membangun toleransi dan kerja sama dengan komunitas Kristen untuk menjaga perdamaian selama konflik Maluku terjadi dan sekarang pascakonflik Maluku. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa interview, observasi partisipatif, dan kuesioner terhadap tokoh agama dan masyarakat Muslim. Hasil temuan menunjukkan bahwa komunitas Muslim dan Kristen di Wayame berhasil memelihara hubungan yang sangat baik dan tidak terprovokasi oleh eskalasi konflik yang lebih luas. Faktor utamanya adalah peran strategis para tokoh lokal dari kedua belah pihak dalam membentuk Tim Rujuk Sosial (Tim 20) untuk menyelesaikan setiap persoalan, serta kesadaran komunitas Muslim untuk menolak pengaruh eksternal dan berpegang pada ajaran Islam tentang toleransi (tasamuh). Bentuk kerja sama terwujud melalui kegiatan keamanan, kerja bakti, dan dialog bersama. Kesimpulannya adalah sikap toleransi yang kuat dari komunitas Muslim, yang didukung oleh kepemimpinan lokal yang proaktif, memungkinkan kerja sama yang efektif dengan komunitas Kristen untuk menjaga keutuhan hidup bersama, yang menjadikan Wayame sebagai model rekonsiliasi yang relevan.

Penelitian ini mengonfirmasi hipotesis bahwa sikap toleransi yang kuat dan proaktif dari komunitas Muslim di Desa Wayame menjadi salah satu fondasi krusial dalam membangun kerja sama dengan komunitas Kristen untuk menjaga perdamaian selama konflik Maluku terjadi dan pascakonflik.Visi perdamaian ini tidak terwujud dalam sebuah dokumen formal, melainkan didasarkan pada ajaran Islam tentang toleransi (tasamuh) dan kerinduan mendalam untuk hidup berdampingan secara damai.Keberhasilan ini mencerminkan sebuah upaya kolektif, yang sejalan dengan pemahaman bahwa konflik sosial merupakan problematika multidimensi yang penyelesaiannya menuntut keterlibatan semua elemen masyarakat.Dalam konteks ini peran tokoh lokal dari kedua komunitas menjadi signifikan.Salah satu wujud kolaborasi strategis mereka adalah pembentukan Tim 20 yang berfungsi sebagai salah satu mekanisme kolaboratif untuk mediasi dan resolusi konflik di tingkat akar rumput.Efektivitas mekanisme ini ditopang oleh kemampuan komunal yang lebih luas untuk secara sadar menolak provokasi eksternal dan mengimplementasikan bentuk toleransi positif.Hal ini diwujudkan melalui kerja sama konkret seperti kegiatan keamanan bersama, kerja bakti, dan dialog rutin.Dengan demikian, Wayame menjadi bukti empiris bahwa kolaborasi multipihak, yang dimotori oleh kepemimpinan lokal yang responsif dan ditopang oleh pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan, dapat menciptakan resiliensi sosial yang luar biasa di tengah krisis.

Saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan Desa Wayame dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah konflik, dengan fokus pada peran kepemimpinan lokal dan institusi dialog seperti Tim 20.. . 2. Meneliti bagaimana komunitas Muslim dan Kristen di Wayame mampu menolak pengaruh eksternal dan tetap berpegang pada ajaran toleransi, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan di wilayah lain yang rentan konflik.. . 3. Melakukan studi komparatif antara Desa Wayame dengan wilayah lain yang mengalami konflik, untuk memahami strategi-strategi unik yang diterapkan Wayame dalam membangun perdamaian dan toleransi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat diterapkan di wilayah lain.

Read online
File size830.7 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test