UKIMUKIM

PATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiPATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Kaum muda merupakan bagian strategis dari gereja, karena kaum muda menjadi calon pemimpin dan penerus pelayanan gerejawi di masa depan. Namun, partisipasi anggota muda dalam kegiatan ibadah di organisasi kepemudaan gereja, seperti Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini mengkaji tingkat partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati, faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi tersebut, serta pendampingan pastoral yang dapat dikembangkan untuk menjawab realitas tersebut.

Sebagai kajian eksploratif awal dengan basis tiga informan kunci dan dua kali observasi, penelitian ini menemukan indikasi bahwa tingkat partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati tergolong rendah, yakni berkisar antara 30-40 persen dari jumlah anggota yang terdaftar berdasarkan estimasi Ketua Ranting dan peneliti dengan pola kehadiran yang cenderung didominasi oleh anggota yang sama setiap Minggu.Rendahnya partisipasi ini teridentifikasi berkaitan dengan faktor-faktor internal, yaitu kurangnya inisiatif dan motivasi pribadi, karakter pemalu, dan kurang percaya diri, serta kesibukan pribadi.Faktor-faktor eksternalnya, yaitu kurangnya pendekatan personal dari pengurus, pelaksanaan ibadah yang kurang variatif dan kreatif, waktu pelaksanaan ibadah yang tidak tepat waktu, serta pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial.Rendahnya partisipasi tersebut berpotensi berdampak pada menurunnya intensitas pembinaan iman, melemahnya rasa memiliki terhadap organisasi, terhambatnya proses kaderisasi, serta berkurangnya dinamika persekutuan.Gereja telah melakukan upaya pendampingan pastoral kepada anggota yang tidak aktif, tapi masih bersifat insidental dan belum terstruktur secara sistematis.42-47 mengingatkan bahwa kesetiaan dalam persekutuan merupakan ciri khas jemaat mula-mula yang diberkati dan bertumbuh, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan sebuah komunitas turut ditentukan oleh sejauh mana ia menjadi ruang yang aman, ramah, dan bermakna bagi anggotanya, bukan hanya oleh ketekunan anggota semata.Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, penelitian ini mengusulkan upaya pendampingan pastoral transformatif yang mengintegrasikan fungsi guiding (membimbing), serta healing yang diperluas dengan semangat nurturing, reconciling, empowering, dan liberating, sebagai kerangka awal yang terstruktur, relasional, proaktif, kontekstual, dan berkesinambungan untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi yang masih perlu diuji dan disempurnakan melalui penerapan dan penelitian lanjutan.

Berdasarkan temuan dan analisis, penelitian ini mengusulkan pendampingan pastoral transformatif yang dapat diterapkan bagi kaum muda AMGPM Ranting Talitakumi. Upaya ini menggunakan fungsi-fungsi utama pastoral yang dikemukakan oleh Van Beek, yaitu: healing (menyembuhkan) dan guiding (membimbing) dengan tetap memperhatikan kekhasan konteks kaum muda dan organisasi AMGPM. Agar layak disebut transformatif, upaya ini secara eksplisit menyasar perubahan pada empat tingkat: (1) tingkat pribadi yaitu tumbuhnya kesadaran bahwa persekutuan adalah kebutuhan iman dan bukan sekadar agenda pilihan; (2) tingkat relasi yaitu terbangunnya kedekatan personal antara pengurus dan anggota serta antaranggota; (3) tingkat budaya organisasi yaitu bergesernya pola kerja dari reaktif dan seragam menjadi proaktif dan kontekstual; serta (4) tingkat struktur pelayanan yaitu tersedianya mekanisme pendampingan yang terjadwal dan melembaga, bukan bergantung semata pada inisiatif perorangan. Pelaku perubahan ini bukan hanya pengurus Ranting, melainkan juga pendeta, Majelis Jemaat (MJ), dan anggota tersebut, yang diposisikan sebagai subjek yang turut merancang bentuk ibadah dan kegiatan pendampingan (ko-kreasi), bukan sekadar objek yang didampingi. Keberhasilan upaya ini dapat diindikasikan, antara lain: meningkatnya kehadiran yang lebih stabil dan menyebar yang tidak lagi didominasi kelompok inti yang sama, serta bertambahnya anggota yang terlibat dalam kepengurusan atau pelayanan, juga munculnya inisiatif dari anggota dalam merancang bentuk ibadah atau kegiatan Ranting.

Read online
File size862.06 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test