STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pelayanan pastoral bagi pemuda yang berada dalam fase krisis seperempat hayat. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden serta wawancara. Sampel yang dipilih adalah sampel non‑probabilitas dengan metode kuota. Sebanyak 43 kuesioner berhasil terkumpul dari populasi pemuda berusia 18–30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden setuju bahwa pelayanan pastoral penting bagi pemuda yang berada dalam fase krisis seperempat hayat. Sebagian responden pemuda menyatakan bahwa mereka membutuhkan pendampingan pastoral dan mempercayai bimbingan serta nasihat pastor. Namun, masih terdapat sebagian pemuda yang merasa tidak memerlukan pelayanan pastoral, yang berpotensi menimbulkan masalah ketika mereka melewati fase krisis seperempat hayat.

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian pemuda mengalami fase krisis seperempat hayat yang dipicu oleh kekhawatiran terkait pendidikan, pekerjaan, dan pasangan hidup, serta jika tidak ditanggapi gereja dapat menyebabkan mereka meninggalkan gereja.Doa pastoral dan kunjungan pastor memberikan rasa tenang serta penguatan bagi pemuda, sehingga menjadi faktor penting dalam membantu mereka melewati krisis tersebut.Peningkatan inisiatif pendampingan pastoral diharapkan dapat memperkuat religiositas pemuda, menjadikan mereka lebih tangguh, stabil, dan tetap berpegang pada iman Kristen hingga akhir hayat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perbedaan gender memengaruhi persepsi efektivitas pendampingan pastoral selama fase krisis seperempat hayat, sehingga dapat mengidentifikasi kebutuhan khusus laki‑laki dan perempuan. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi dampak pendampingan pastoral secara digital (misalnya melalui platform online) terhadap tingkat stres dan kesejahteraan psikologis pemuda, menguji apakah interaksi virtual dapat menjadi alternatif yang efektif. Terakhir, studi dapat meneliti sinergi antara dukungan teman sebaya berbasis komunitas dengan pendampingan pastoral untuk meningkatkan ketahanan mental pemuda yang mengalami krisis, dengan mengukur perubahan pada variabel resilien, kepuasan spiritual, dan retensi keanggotaan gereja.

  1. REAKSI STRES AKADEMIS MAHASISWA KEPERAWATAN DENGAN SISTEM BELAJAR BLOK DI FAKULTAS KEPERAWATAN X BANDUNG... jurnal.unai.edu/index.php/jsk/article/view/16REAKSI STRES AKADEMIS MAHASISWA KEPERAWATAN DENGAN SISTEM BELAJAR BLOK DI FAKULTAS KEPERAWATAN X BANDUNG jurnal unai edu index php jsk article view 16
  2. Quarterlife Crisis Pada Masa Dewasa Awal di Pekanbaru | Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi.... ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/psikologi/article/view/1036Quarterlife Crisis Pada Masa Dewasa Awal di Pekanbaru Journal An Nafs Kajian Penelitian Psikologi ejournal uit lirboyo ac index php psikologi article view 1036
  3. Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa | Habibie | Gadjah Mada Journal... doi.org/10.22146/gamajop.48948Peran Religiusitas terhadap Quarter Life Crisis QLC pada Mahasiswa Habibie Gadjah Mada Journal doi 10 22146 gamajop 48948
  4. Efforts to Reduce Psychological Problems in the Quarter Life Crisis Phase with Pastoral Accompaniment... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/78Efforts to Reduce Psychological Problems in the Quarter Life Crisis Phase with Pastoral Accompaniment ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 78
Read online
File size1.1 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test