UKIMUKIM

MARINYO: Jurnal Teologi KontekstualMARINYO: Jurnal Teologi Kontekstual

Jemaat GPM Sarihalawane merupakan bagian dari wilayah pelayanan Klasis GPM Kairatu, yang konteks pelayanannya perlu untuk diperhatikan terkait dengan problem dalam pernikahan. Problem pernikahan yang dimaksudkan ialah perselingkuhan. Perselingkuhan adalah suatu hubungan yang melanggar kekudusan dalam pernikahan yang dapat memicu terjadinya kerenggangan di dalam keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan realitas perselingkuhan di Jemaat GPM Sarihalawane, serta (2) mengusulkan pendampingan pastoral yang relevan untuk menangani istri korban perselingkuhan di Jemaat GPM Sarihalawane dengan landasan teologisnya. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif berdasarkan analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data, yakni: observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini juga mendialogkan konsep-konsep tentang pernikahan Kristen, korban perselingkuhan, teologi pastoral, dan pendampingan pastoral yang secara spesifik menekankan pada fungsi memulihkan. Penelitian ini menemukan, yakni: (1) Allah sebagai Sumber transformasi dalam pernikahan Kristen; (2) Pengampunan dosa di dalam Allah bagi pernikahan Kristen; dan (3) Allah sebagai Sumber pemulihan dalam rumah tangga. Lalu, pendampingan pastoral yang relevan untuk menangani korban perselingkuhan di Jemaat GPM Sarihalawane yang diusulkan yaitu pendampingan pastoral sebagai sarana pemulihan istri korban perselingkuhan di Jemaat GPM Sarihalawane.

Realitas perselingkuhan yang terjadi di Jemaat GPM Sarihalawane menunjukkan bahwa suami pelaku perselingkuhan sering kali menyudutkan istri sebagai penyebab dari perselingkuhan yang dilakukan, karena karakter istri yang tidak sejalan dengan yang diharapkan suami.Faktor-faktor penyebab perselingkuhan di Jemaat GPM Sarihalawane, yakni.faktor-faktor psikologi, sosial, ekonomi, dan spiritual yang mengakibatkan suami berselingkuh dari istrinya.Pendampingan pastoral dari pihak gereja telah diupayakan, agar mereka juga tetap dapat mempertahankan keutuhan keluarga dan menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia dan harmonis di tengah-tengah kehidupan berjemaat dan bermasyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program pendampingan pastoral yang spesifik dalam menangani korban perselingkuhan di lingkungan gereja. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami peran faktor budaya dan sosial dalam memicu perselingkuhan serta dampaknya terhadap dinamika keluarga. Ketiga, studi tentang dampak jangka panjang perselingkuhan terhadap kesehatan mental dan emosional istri korban dapat menjadi arah penelitian baru, dengan fokus pada strategi pemulihan yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam untuk memperkuat pendekatan teologis dan praktis dalam menangani isu perselingkuhan di tengah masyarakat Kristen.

  1. Pastoral Pra-nikah dan Pascanikah: Menggali Makna Pernikahan Kristen dalam Menyikapi Maraknya Kasus Perselingkuhan... doi.org/10.70418/yaek9s38Pastoral Pra nikah dan Pascanikah Menggali Makna Pernikahan Kristen dalam Menyikapi Maraknya Kasus Perselingkuhan doi 10 70418 yaek9s38
Read online
File size460.4 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test