UKIMUKIM

MARINYO: Jurnal Teologi KontekstualMARINYO: Jurnal Teologi Kontekstual

Pelayanan gereja merupakan panggilan iman yang menuntut integritas moral dan tanggung jawab spiritual pelayan gereja dalam kehidupan jemaat. Namun, dalam praktik pelayanan hal yang masih ditemukan adalah berbagai pelanggaran moral yang memengaruhi kualitas keteladanan dan pengambilan keputusan etis pelayan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman, sikap, dan pengambilan keputusan pelayan gereja terhadap pelanggaran moral yang terjadi di Jemaat GPM Gideon Suli Wayari, serta meninjaunya dari perspektif teologi etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelayan gereja, Majelis Jemaat, pengasuh, pengurus wadah pelayanan, serta warga jemaat yang memahami persoalan pelayanan di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayan gereja pada umumnya memahami identitas dan tugas pelayanan sebagai panggilan iman, tetapi pemahaman tersebut belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Pelanggaran moral, seperti: kumpul kebo, perselingkuhan, dan kehamilan di luar nikah, sering kali tidak dipandang sebagai kesalahan serius selama belum ada tindakan disiplin dari gereja. Pengambilan keputusan etis pelayan gereja lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibanding kesadaran moral pribadi. Dalam perspektif teologi etis, keputusan moral pelayan gereja seharusnya didasarkan pada tanggung jawab moral, pertobatan, integritas, serta kesediaan menerima pembinaan dan disiplin gereja. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pembinaan etika pelayanan dan penerapan disiplin gereja secara konsisten guna membangun integritas pelayan gereja dan menjaga kualitas kesaksian gereja di tengah jemaat dan masyarakat. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kajian teologi etis pelayanan gereja dalam konteks budaya lokal dan dinamika sosial jemaat.

Pelayan gereja di Jemaat GPM Gideon Suli Wayari umumnya memahami identitas dan tanggung jawab pelayanan sebagai panggilan iman, tetapi pemahaman ini belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.Pelanggaran moral seperti kumpul kebo dan perselingkuhan sering tidak dianggap serius hingga ada tindakan disiplin.Pengambilan keputusan etis pelayan lebih dipengaruhi faktor eksternal daripada kesadaran moral pribadi.Penelitian menekankan pentingnya penguatan pembinaan etika dan disiplin gereja untuk membangun integritas pelayan dan menjaga kualitas kesaksian gereja.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak budaya lokal terhadap pengambilan keputusan etis pelayan gereja dalam konteks dinamika sosial jemaat. Selain itu, perlu diteliti efektivitas sistem disiplin gereja dalam memperkuat integritas pelayan dan membangun kepercayaan jemaat. Terakhir, studi tentang peran komunitas jemaat dalam mendukung pertobatan dan pembinaan pelayan gereja dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan.

Read online
File size410.15 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test