UKIMUKIM

MARINYO: Jurnal Teologi KontekstualMARINYO: Jurnal Teologi Kontekstual

Penulisan karya tulis ini dilatarbelakangi oleh minimnya literatur dan pemahaman kolektif mengenai sejarah lokal jemaat, khususnya di kalangan generasi muda Jemaat GPM Tihulale. Pascaperistiwa kerusuhan sosial di Maluku, kesadaran warga jemaat untuk merekonstruksi identitas sejarah mereka guna menghindari diskontinuitas informasi antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis perjalanan sejarah Jemaat GPM Tihulale dalam rentang waktu 1935 hingga 1999, serta memahami pengaruh dinamika sosial dan politik terhadap perkembangan iman jemaat di masa tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen gereja dan wawancara dengan tokoh jemaat. Hasil menunjukkan bahwa Jemaat GPM Tihulale (1935-1999) mengalami berbagai fase transformasi signifikan, mulai dari masa peralihan kolonial hingga dinamika otonomi gereja pascakemerdekaan. Sejarah mencatat bahwa kohesi sosial warga jemaat menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan eksistensi organisasi di tengah tantangan sosial kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman sejarah masa silam merupakan fondasi krusial bagi jemaat dalam merancang strategi pelayanan dan pembangunan masa depan yang lebih baik.

Jemaat GPM Tihulale membangun Gedung Gereja Beth Eden pada 1935 sebagai simbol komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat.Perjalanan pelayanan jemaat dari 1935 hingga 1999 diwarnai tantangan sosial dan politik, namun kohesi sosial warga jemaat menjadi kekuatan utama dalam bertahan.Penelitian ini membuktikan bahwa pemahaman sejarah penting untuk merancang strategi pelayanan masa depan yang berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak peristiwa sosial seperti kerusuhan Maluku tahun 1999 terhadap dinamika identitas jemaat. Selain itu, studi tentang peran sejarah lisan (oral history) dalam mengisi kekosongan data historis jemaat dapat dikembangkan. Terakhir, analisis peran gereja dalam memperkuat kohesi sosial di tengah konflik budaya dan politik menjadi arah penelitian yang relevan untuk memahami stabilitas institusi keagamaan.

Read online
File size836.97 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test