UKIMUKIM

Manumata: Jurnal Ilmu TeknikManumata: Jurnal Ilmu Teknik

Kecelakaan lalu lintas tetap menjadi masalah transportasi utama yang dipengaruhi oleh perilaku manusia, kondisi jalan, dan faktor kendaraan. Simpang Gedung Nunusaku di Jalan Trans Seram Kota Piru merupakan salah satu lokasi yang sering terkait kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kecelakaan, mengidentifikasi faktor penyebab, serta menawarkan perbaikan keselamatan yang sesuai. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Data primer meliputi karakteristik geometri jalan, volume lalu lintas, dan kecepatan kendaraan yang diperoleh melalui observasi lapangan, sedangkan data sekunder terdiri dari catatan kecelakaan selama lima tahun dari Polres Seram Bagian Barat dan data lokasi dari Google Earth. Analisis kecelakaan dilakukan menggunakan Metode Blackspot dan EAN. Selama periode penelitian, tujuh kecelakaan tercatat, menghasilkan 2 kematian, 1 cedera berat, 13 cedera ringan, dan 15 kasus kerusakan properti. Nilai EAN sebesar 77 lebih rendah dari BKA (104) dan UCL (118), menunjukkan bahwa simpang ini belum mencapai status blackspot. Namun, kekurangan fasilitas keselamatan seperti tanda lalu lintas yang tidak memadai, penerangan yang tidak cukup, dan ketidakhadiran fasilitas pejalan kaki teridentifikasi. Oleh karena itu, disarankan untuk memasang tanda lalu lintas, meningkatkan penerangan, dan menyediakan trotoar serta zebra cross untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Berdasarkan analisis lima tahun terakhir (2020-2024), indeks EAN di Simpang Gedung Nunusaku adalah 77, yang berada di bawah ambang batas kritis (BKA=104 dan UCL=118).Karakteristik kecelakaan didominasi oleh pengendara usia muda produktif (16-30 tahun) sebesar 81,25%, dengan moda sepeda motor (78,57%) dan benturan tabrak samping (42,86%).Faktor utama pemicu kecelakaan bukan volume kendaraan yang padat (DS=0,61), tetapi perilaku berkendara berkecepatan tinggi (15% sampel melanggar batas kecepatan).Kondisi ini diperparah oleh hilangnya fungsi lampu penerangan jalan malam hari serta ketidakhadiran marka prioritas, rambu batas kecepatan, trotoar, dan zebra cross.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada evaluasi efektivitas pemasangan tanda lalu lintas dan peningkatan penerangan jalan dalam mengurangi kejadian kecelakaan di lokasi yang diteliti. Kedua, studi lebih lanjut tentang dampak perbaikan fasilitas pejalan kaki, seperti trotoar dan zebra cross, terhadap tingkat keselamatan pengguna jalan. Ketiga, penelitian tentang pengaruh kebijakan penegakan hukum kecepatan dan edukasi keselamatan lalu lintas terhadap perilaku pengemudi, khususnya kalangan muda. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkuat rekomendasi yang telah ada dan memberikan dasar ilmiah untuk kebijakan keselamatan lalu lintas yang lebih efektif.

Read online
File size1.45 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test