UNIKSUNIKS

JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS)JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS)

Jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar. Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan, oplet, dan pick up memiliki jumlah kendaraan sebanyak 2.818 unit, untuk bus kecil berjumlah 6 unit, untuk bus besar berjumlah 15 unit, untuk truk 2 as berjumlah 761 unit, untuk truk 3 as berjumlah 584 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 32 unit. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 4.216 kendaraan/hari. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 19.889,03749 dan hasil perhitungan Truck Factor 14,28810> 1, dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar ini mengalami beban berlebih (Over load). Faktor beban berlebih yang terjadi pada jalan Brawijaya menyebabkan 4 jenis kerusakan yaitu distorsi alur, retak buaya, lobang dan cekungan.

Brawijaya, Kecamatan Gunung Toar menunjukkan bahwa rata‑rata lalu‑lintas harian terdiri atas 2.818 kendaraan ringan, 6 bus kecil, 15 bus besar, 761 truk 2‑as, 584 truk 3‑as, dan 32 truk 4‑as, menghasilkan total 4.Perhitungan faktor lalu‑lintas menghasilkan ESAL sebesar 19.889,03749 dan Truck Factor 14,28810 (>1), menandakan kerusakan jalan akibat beban berlebih.Beban berlebih tersebut memunculkan empat tipe kerusakan, yaitu distorsi alur, retak buaya, lubang, dan cekungan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas sistem pemantauan berat kendaraan secara real‑time yang dipasang pada truk besar untuk mengurangi beban berlebih pada jalan pedesaan, dengan menguji sejauh mana data langsung dapat menginformasikan tindakan penegakan regulasi. Selain itu, studi komparatif antara material perkerasan tradisional dan material inovatif berkapasitas dukung beban lebih tinggi perlu dilakukan untuk menilai pengurangan tingkat kerusakan di bawah kondisi lalu lintas yang serupa. Selanjutnya, pemodelan manfaat ekonomi jangka panjang dari penerapan kebijakan rute truk bergilir yang mendistribusikan beban secara merata ke beberapa jalan alternatif dapat memberikan wawasan tentang efisiensi biaya dan dampak lingkungan, sehingga membantu pembuat kebijakan merancang strategi pengendalian beban yang lebih berkelanjutan.

Read online
File size1.47 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test