STIATA BALONGSTIATA BALONG

JAPBJAPB

Salah satu upaya pemerintah adalah melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang bertujuan menata permukiman kumuh secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan, seperti kerusakan jalan dan drainase akibat banjir serta rendahnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan, sebagaimana terlihat di Kelurahan Agung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas pembangunan jalan dan drainase di Kelurahan Agung, serta untuk mengukur sejauh mana partisipasi masyarakat berkontribusi terhadap efektivitas pembangunan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden masyarakat setempat dan teknik analisis data menggunakan Analisis statistik deskriptif, Uji validitas, Uji reliabilitas, Uji regresi linear sederhana, Uji t dan Uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pembangunan, khususnya dalam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Besaran pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas pembangunan jalan dan drainase tercatat sebesar 26,9%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat partisipasi masyarakat memiliki peranan penting dan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap keberhasilan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Agung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Partisipasi masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pembangunan jalan dan drainase, dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis nol ditolak.Kontribusi partisipasi masyarakat terhadap efektivitas pembangunan tercatat sebesar 26,9% berdasarkan nilai koefisien determinasi (R Square).Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin meningkat pula efektivitas pembangunan dalam Program KOTAKU di Kelurahan Agung.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan model partisipasi masyarakat berbasis digital dapat meningkatkan keterlibatan warga dalam tahap perencanaan pembangunan jalan dan drainase di wilayah perkotaan kumuh. Kedua, perlu dikaji efektivitas pelatihan kapasitas masyarakat secara berkala terhadap keberlanjutan hasil pembangunan infrastruktur pasca-program KOTAKU. Ketiga, perlu dievaluasi pengaruh forum musyawarah rutin antara pemerintah dan masyarakat terhadap penguatan rasa kepemilikan kolektif terhadap infrastruktur yang telah dibangun, serta dampaknya terhadap pemeliharaan jangka panjang. Studi-studi ini dapat mengisi celah dalam memahami mekanisme yang lebih dalam dalam mendorong partisipasi aktif, memastikan manfaat program berkelanjutan, serta menjadikan kolaborasi antara pemerintah dan warga sebagai fondasi utama pembangunan infrastruktur perkotaan. Dengan pendekatan penelitian yang lebih mendalam terhadap aspek-aspek ini, diharapkan dapat dirancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam menangani kawasan kumuh secara holistik dan partisipatif.

Read online
File size985.11 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test