ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama BuddhaJurnal Budi Pekerti Agama Buddha

Pasastrian Buddha Kusalamitra Gunungkidul merupakan salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan nonformal. Pasastrian Buddha Kusalamitra Gunungkidul bergerak di bidang pendidikan non formal dan pelatihan yang bersifat sosial dan keagamaan. Pasastrian Buddha Kusalamitra menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keagamaan seperti bimbingan Dharma, latihan meditasi, latihan tata upacara keagamaan, pembinaan dan pelatihan pemuda Buddhis. Pembiasaan diri berperilaku berdasarkan ajaran Buddha merupakan tujuan utama dalam Pendidikan pasatrian ini. Salah satu program pendidikan dan pelatihan di Pasastrian Buddha Kusalamitra yaitu pelatihan vipassanā bhavana. Sebagian sastri ada yang rajin melaksanakan vipassanā bhavana, namun ada juga yang tidak rajin. Selain itu masih ada sebagian sastri yang belum memiliki pengendalian diri (samvara) yang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan vipassanā bhavana terhadap pengendalian diri (samvara) sastri di Pasastrian Buddha Kusalamitra. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi 44 orang sastri. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan vipassanā bhavana berpengaruh terhadap pengendalian diri (samvara), sebesar 55 % dan sisanya 45% dipengaruhi oleh faktor lain.

Pelaksanaan vipassanā bhavana cukup bukti berpengaruh secara signifikan terhadap pengendalian diri.Hal ini berarti bahwa jika pelaksanaan vipassanā bhavana semakin tinggi atau terbiasa maka dapat berpengaruh pada perkembangan pengendalian diri Sastri di Pasastrian Buddha Kusalamitra.Variabel independen (pelaksanaan vipassanā bhavana) dapat mempengaruhi variabel dependen (pengendalian diri) sebesar 55% dan sisanya 45% dipengaruhi oleh faktor lain.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengendalian diri sastri di Pasastrian Buddha Kusalamitra, selain pelaksanaan vipassanā bhavana. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pembentukan pengendalian diri. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi sastri mengenai pelaksanaan vipassanā bhavana dan pengaruhnya terhadap pengendalian diri. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai proses internal yang terjadi pada sastri selama berlatih vipassanā bhavana. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas berbagai metode pelaksanaan vipassanā bhavana dalam meningkatkan pengendalian diri sastri. Dengan membandingkan efektivitas berbagai metode, dapat diidentifikasi metode yang paling optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan.

  1. Risk Taking in Adolescence - Laurence Steinberg, 2007. risk taking adolescence laurence steinberg skip... journals.sagepub.com/doi/10.1111/j.1467-8721.2007.00475.xRisk Taking in Adolescence Laurence Steinberg 2007 risk taking adolescence laurence steinberg skip journals sagepub doi 10 1111 j 1467 8721 2007 00475 x
  2. Pengaruh Pelaksanaan Vipassanā Bhavana terhadap Pengendalian Diri (Samvara) para Sastri di Pasastrian... journal.aripafi.or.id/index.php/jbpab/article/view/1841Pengaruh Pelaksanaan VipassanA Bhavana terhadap Pengendalian Diri Samvara para Sastri di Pasastrian journal aripafi index php jbpab article view 1841
Read online
File size544.19 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test