UKIMUKIM

MARINYO: Jurnal Teologi KontekstualMARINYO: Jurnal Teologi Kontekstual

Pembangunan jalan beraspal di Pegunungan Elpaputih Timur merupakan kebutuhan strategis untuk mengurangi keterisolasian wilayah, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga menimbulkan dilema karena berpotensi mengganggu kawasan hutan lindung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi literatur ekonomi hijau, etika lingkungan, dan teologi ekologis, serta analisis kontekstual terhadap relasi manusia, alam, dan kebijakan pembangunan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif ekonomi hijau dan teologi ekologis dalam menganalisis dampak pembangunan jalan, sekaligus mengungkap ketidakadilan ekologis yang muncul dalam tata kelola pembangunan.

Melalui konseptualitasi pembangunan dalam kerangka ekonomi hijau, umat Kristen dituntut untuk melampaui dikotomi antara penolakan pembangunan atas nama pelestarian lingkungan atau ekologi dan penerimaan pragmatis yang mendegradasi lingkungan.Pembangunan tidak harus ditolak demi kesalehan spiritual atau diterima dengan mengorbankan ciptaan.Pembangunan menjewantahkan nilai-nilai Ilahi atau dapat menjadi jalan Tuhan bila ia membawa damai, keadilan, dan pemulihan relasi, bukan hanya antarmanusia, tetapi juga antara manusia dan bumi tempat mereka berpijak.

Penelitian lanjutan pertama dapat fokus pada model partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur, khususnya di kawasan konservasi, untuk memastikan keadilan ekologis dan sosial. Kedua, mengevaluasi efektivitas infrastruktur hijau (green infrastructure) dalam mengurangi dampak lingkungan sambil tetap memenuhi kebutuhan aksesibilitas masyarakat pedalaman. Ketiga, mengkaji integrasi spiritualitas lokal dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam untuk menciptakan harmoni antara pembangunan dan keberlanjutan ekologis.

Read online
File size421.16 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test